<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200</id><updated>2012-02-21T07:27:44.968-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Hadits'/><category term='Motivasi'/><category term='Tokoh'/><category term='Mengenal Al Qur&apos;an'/><category term='Cerpen'/><category term='Aqidah'/><category term='Kajian Islam'/><category term='Sejarah Islam'/><category term='Akhlak'/><category term='pendidikan'/><category term='Refleksi'/><title type='text'>Heart of Nexhma</title><subtitle type='html'>Thought, Reflection and Dreams</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-4323553602792384613</id><published>2011-03-31T06:35:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T08:52:58.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>Islam di Andalusia, Spanyol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CZ0mPGQxetQ/TZSFAaaxZNI/AAAAAAAAAUQ/DB45xPz135Y/s1600/istac%2Bdoor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CZ0mPGQxetQ/TZSFAaaxZNI/AAAAAAAAAUQ/DB45xPz135Y/s320/istac%2Bdoor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590239279611733202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sebelum kedatangan Islam, Andalusia diperintah oleh seorang pemimpin dari bangsa Ghotic yang sangat lalim yaitu Raja Roderick. Kaum Muslim tiba di pantai benua Afrika dipimpin oleh Thariq bin Ziyad pada tahun 711, dengan jumlah pasukan hanya sekitar dua belas hingga tujuh belas orang saja berhasil mengalahkan tentara Roderick yang berjumlah sekitar seratus ribu orang di daerah tepi Guadalete. Sultan Roderick pun tewas walaupun ada yang mengatakan bahwa Sultan lalim itu hilang tak jelas rimbanya, yang mengagumkan rakyat negeri ini menyambut kedatangan kaum muslim yang telah membebaskan mereka dari Raja lalim yang membuat hidup mereka bagai di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thariq bersama Musa (yang waktu itu merupakan gubernur wilayah Afrika kekhalifahan Bani Umayah) terus memperluas wilayah kekuasaan Islam di bumi Andalusia dengan bantuan  penduduk yang terkesan dengan keluruhan akhlak para prajurit muslim.  Perlahan-lahan penduduk Andalusia mulai memeluk agama Islam tanpa paksaan, dan yang masih mempertahankan agama Nasrani dan Yahudi tetap diperlakukan dengan baik dan diberi kebebasan untuk melakukan ibadah mereka selama tidak mengganggu umat Muslim . Itulah awal cahaya Islam menerangi bumi ini, membebaskan manusia dari kegelapan yang menyelubungi jiwa dan hati mereka dan mengisinya dengan Tauhid yang sesungguhnya, tidak ada Tuhan yang patut disebab melaikan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadi perpindahan kekuasaan dari tangan Bani Umayah di Damaskus, Syiria ke Bani Abasyah di Baghdad, pada tahun 788 H datanglah keturunan Bani Umayyah  yaitu Abdurahman I yang kemudian memimpin negeri ini dengan keadilan dan kearifan. Kordoba dibangun dan dijadikan pusat pemerintahan olehnya.  Bumi Andalusia diberkahi, cahayanya begitu mempesona karena mereka berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah. Di bawah kepemimpinannya yang dinamis, kaum muslim menjadi umat yang tidak tertandingi dalam segala bidang. Dalam masa ini, Andalusia diperkenalkan dengan metode-metode pertanian baru, sistem irigasi yang sangat menakjubkan, budi daya tebu, kapas, beras dan juga buah-buahan. Tidak ada tanah yang dibiarkan menganggur, kaum muslim mengelolanya tanpa kenal lelah dan dengan keterampilan yang begitu tinggi.  Mereka juga unggul dalam bidang industri dengan hadirnya berbagai industri seperti seni pembuatan kertas, gelas dan sutera serta  senjata-senjata (senjata buatan Toledo sangat terkenal di mana-mana).  Semua dapat terjadi karena setiap muslim pada waktu itu sangat produktif dan pantang bermalas-malasan seperti pemimpinnya. Setiap anggota keluarga menyumbangkan bagian kerjaannya  untuk kemashlahatan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan dalam industri dan pertanian kemudian didukung oleh hadirnya para saudagar muslim yang terkenal dengan kejujuran dan ketulusan hatinya. Mereka sangat teguh dalam memegang janji dan akhlak mereka  mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.  Kordoba kemudian berkembang seperti bunga mekar yang harumnya sampai tercium kesekelilingnya membuat banyak orang terpikat karena keharumannya dan terkesima ketika datang menyaksikan kecantikannya. Berbondong-bondong pelajar datang dan menetap di sana. Masjid-masjid dibangun dan menjadi sekolah-sekolah untuk mempelajari agama Islam, Bahasa Arab dan ilmu pengetahuan lainnya. Tak terkecuali orang-orang Nasrani yang berada di negeri-negeri Kristen, mereka turut merasakan kemakmuran dan kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Kordoba menjadi pusat belajar terbesar di Eropa ketika sebagian besar masyarakat di benua itu terjerembab pada masa kegelapan.Puncak kejayaan kekuasaan muslim terjadi pada masa pemerintahan Abdurahman III yang memerintah selama lima puluh tahun. Dia merupakan pemimpin Andalusia pertama yang diberi gelar Khalifah atau Amirul Mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sebuah perdaban besar yang besandar kepada penghambaan  pada Allah SWT telah lahir di bumi Eropa. Ketika Al Quran dan Sunnah dipraktikan dalam setiap aspek kehidupan, baik itu dalam beribadah kepada Allah, berinteraksi dengan orang lain, mengerjar ilmu pengetahuan, berdagang, dan dalam pertempuran, maka kemuliaan dan kemenangan akan diperoleh oleh umat muslim di dunia maupun di akhirat. Karena Islam adalah jalan hidup, bukan sekedar budaya atau seni yang tercermin dari karya-karya fisik dan materi.  Peradaban Islam yang sesungguhnya tercermin dari tingkah laku sebagian besar masyarakatnya yang menjunjung nilai moral yang tinggi dan  hatinya terikat hanya pada  Allah SWT. Hal itulah yang sering terlupakan oleh masyarakat muslim sesudahnya yang kemudian terbuai oleh kelimpahan materi dan terbutakan dari urusan akhirat. Setelah  kematian Muhammad bin Abi Amir dan (Khalifah Al Mansur) pada tahun 1002 M kemudian digantikan oleh puteranya Al Muzhaffar yang memerintah  hanya selama enam tahun, kekhalifahan Andalusia mulai terpecah menjadi banyak kerajaan  kecil (taifa) yang saling berperang satu sama lainnya dan mendahulukan kepentingan pribadi  dari pada kepentingan din Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perpecahan ini kemudian dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam yang kekuatannya perlahan-lahan bangkit seiring dengan lemahnya keimanan umat Islam.  Dengan bantuan senjata dan prajurit salibis, umat muslim menyerang saudara sebangsa mereka dan menghancurkan agama mereka sendiri secara perlahan-lahan. Muslim di Andalusia mulai minum minuman keras dan melewatkan waktu mereka dalam pesta pora. Mereka menjadi konsumtif dan jatuh dalam kondisi korup yang luar bias sehingga rakyat menjadi sedemikian menderita dan mengalami kemiskinan. Dalam kondisi seperti ini,  umat Yahudi, yang sebelumnya melayani orang-orang termasyur di negeri-negeri muslim,  melihat kesempatan emas yang terbentang luas di hadapan mereka dan mulai mengambil alih segala urusan umat Islam. Di bawah kepemimpinan Alfonso IV pada tahun 1072, kota-kota muslim jatuh ke tangan kaum kristen satu demi satu. Leon, Castilia, Portugis dan berpuncak pada perebutan Toledo setelah pengepungan selama tujuh tahun. Alfonso IV memproklamirkan dirinya sebagai ”Kaisar Spayol” dan mulai menarik upeti dari  hampir seluruh taifa yang ada di bumi Andalusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu pada tahun 1086 Al Mu’tamid dari Seville meminta bantuan dari saudara mereka di Afrika agar bisa dibebaskan dari Alfonso IV yang mengancam agar dia menyerahkan semua bentengnya. Yusuf Bin Tasyfin, gubernur dari Maroko yang sholeh, meresponnya dengan memimpin sendiri pasukannya menuju Andalusia.  Kaum muslim berhasil memukul mundur prajurit Alfonso IV dan  wilayah Andalusia bisa kembali bersatu dalam kekuasan umat Islam. Cahaya Islam kembali bersinar di negeri ini. Kemudian  Kepempimpinan  sempat berpindah  dari kaum Murabitun kepada  Al Muwahhidun pada akhir abad ke 12 dan awal abad 13, sebelum akhirnya  kerajaan monarki Spayol dibawah pimpinan Sultan Ferdinand dari Aragon berhasil menaklukan hampir seluruh dataran Andalusia akibat  perselisihan dan perang saudara yang menggerogoti kekuasaan kaum muslim. Kordoba jatuh pada tahun 1236, Valencia 1238 dan Seville pada tahun 1248 karena persatuan umat muslimin  tak ubahnya  sehelai daun kering yang sangat rapuh dan mudah terkoyak. Selama dua setengah abad lamanya Kerajaan Granada di bagian selatan, adalah  satu-satunya kerajaan muslim yang tegak berdiri di antara  puing-puing kekhalifahan Andalusia.  Walaupun sejak lima tahun yang lalu hampir semua kota kecil di daerah yang mengitari Granada seperti Malaga telah jatuh ke tangan kaum kristen. Kota benteng Granada satu-satunya yang tersisa sebagai benteng terakhir umat muslim di bumi Eropa, namun akhirnya jatuh ketangan kaum Kristen pada tahun 1492.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Ahmad Thomson dan Muhammad Ata Ur Rahim, Islam Andalusia, Sejarah Kebangkitan dan Keruntuhan, Jakarta : Gaya Media Pratama, 2004&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-4323553602792384613?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/4323553602792384613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=4323553602792384613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/4323553602792384613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/4323553602792384613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2011/03/islam-di-andalusia-spanyol.html' title='Islam di Andalusia, Spanyol'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CZ0mPGQxetQ/TZSFAaaxZNI/AAAAAAAAAUQ/DB45xPz135Y/s72-c/istac%2Bdoor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-2854435280948727119</id><published>2010-11-15T05:19:00.001-08:00</published><updated>2010-11-15T05:29:09.825-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan  Spiritual</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/TOE1b2BmUlI/AAAAAAAAAT4/OrZXKllu1DI/s1600/istac%2Bbuiliding.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/TOE1b2BmUlI/AAAAAAAAAT4/OrZXKllu1DI/s320/istac%2Bbuiliding.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539767769117381202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Islam adalah peradaban ilmu yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dari pembangunan masyarakatnya. Tidak ada agama selain Islam yang menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai suatu ibadah dan merupakan kewajiban bagi tiap-tiap individu. Ibn Khaldun mengatakan pendidikan haruslah diletakkan sebagai bagian integral dari peradaban karena peradaban sendiri adalah isi pendidikan. Namun, nilai ideal pendidikan Islam yang bersifat transenden dan integral, tidak memisahkan antara alam fisik dan alam metafisik, harus tersingkir akibat beberapa faktor eksternal maupun internal yang dialami oleh umat Islam. Peradaban Barat yang sekular-liberal kemudian berhasil menyebarkan worldviewnya melalui ilmu pengetahuan, baik sains maupun humaniora, ke hampir seluruh wilayah dunia dan terjadilah   seperti apa yang dibayangan filsuf asal Perancis, Auguste Comte, pada abad ke 19, bahwa kebangkitan sains Barat akan menggantikan agama dari peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan sains di Barat juga telah menggantikan jiwa manusia dengan akal pikirannya. Tubuh manusia dianggap tak lebih dari sebuah mesin yang sempurna diatur, dan bekerja dengan prinsip-prinsip hukum matematika.   Fritjof Capra seorang ilmuwan Barat dalam bukunya The Turning Point mengungkapkan kegelisahannya. Menurutnya, saat ini ahli-ahli dalam berbagai bidang tidak lagi mampu menyelesaikan masalah-masalah mendesak yang muncul dalam bidang keahlian mereka. Para ekonom tidak mampu lagi memahami inflasi, onkolog bingung tentang penyebab kanker, psikiater dikacaukan oleh schizofrenia, polisi semakin tidak berdaya oleh semakin tingginya tingkat kriminalitas. Ia menambahkan bahwa sebagian besar akademisi menganut persepsi-persepsi realitas yang sempit yang tidak cukup untuk menyelesaikan masalah-masalah besar yang merupakan masalah sistemik, artinya, persoalan tersebut saling berhubungan dan saling bergantung  (Capra, 2004 : 8-9).&lt;br /&gt;Problematika dunia Barat  bukan sekedar problem intelektual, melainkan lebih pada krisis emosional atau lebih tepatnya krisis eksistensial. Ketika sains menjadi menjadi agama baru maka  timbulah  spiritual phatology, krisis makna, dan masalah kejiwaan lainnya. Agama Kristen telah lama ditinggalkan oleh pengikutnya sehingga Barat sangat bergantung kepada  psikologi untuk memahami manusia dengan segala problematikanya. Psikologi klasik di Barat pada awalnya terkait erat dengan agama Kristen, yaitu ketika pada abad ke 13, Thomas Aquinas memadukan psikologi dengan teologi dan etika Kristiani. Namun akhirnya psikologi berangsur-angsur mengadopsi filsafat materialisme dengan munculnya pemikiran Decardes, dan positivisme dari tradisi sains Cartesian-Newtonian yang mengubah secara radikal pokok kajian dan metode psikologi. Kemudian lahirlah aliran  psikologi seperti behaviorisme dalam tradisi Watson dan Skinner, dan psikoanalisis yang berasal dari Freud. Sehingga Pada awal abad ke 20, buku-buku teks psikologi telah kehilangan semua referensi tentang kesadaran emosi, dan kehendak .(Graham, 2005 : 34) &lt;br /&gt;Selanjutnya masyarakat Barat yang rasional dan memuja metode ilmiah,  tertawan oleh ide  spiritualitas dan  mengadopsi budaya mistis Timur seperti Tao, Budhisme, Zen, Yoga dan berbagai bentuk meditasi lainnya. Persentuhan tersebut memunculkan aliran  psikologi seperti psikologi humanistik serta  psikologi transpersonal atau transhuman yang lebih berpusat pada alam semesta (cosmos) dari pada kebutuhan atau kepentingan manusia. Sebuah intitusi pendidikan di Amerika, yaitu Institut Esalen di Big Sur, California, pada awal pendiriannya di tahun 1966,  mengundang eksponen dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari Kebudayaan Timur dan Barat, termasuk Yoga, meditasi, pengubah kondisi kesadaran, seni bela diri, tarian, pemuka agama, filsuf, artis, ilmuwan,  dan psikolog untuk bertukar pandangan dalam seminar dan workshop  serta program-program lainnya dalam rangka mewujudkan tujuan Institusi ini sebagai  pusat pendidikan yang mencakup dimensi spiritual dan intelektual. Pertemuan ini diklaim telah menghasilkan berbagai pendekatan, dan juga teknik-teknik  yang diturunkan dari filsafat dan agama-agama Timur atau tradisi esoteris yang dicangkokkan pada psikologi Barat (Graham, 2005: 73).&lt;br /&gt;Topik mengenai spiritualitas kemudian bermunculan dan menjadi cover story majalah terkenal di Amerika seperti USA Today dan Newsweek.  Majalah Time pada tahun 2003 melaporkan bahwa di Amerika, meditasi diajarkan di sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, firma-firma hukum, institusi pemerintahan, kantor-kantor korporasi, dan penjara. Bahkan Hotel-hotel di wilyah Catskills, New York, berubah menjadi tempat-tempat meditasi dengan begitu cepat sehingga menurut Joel Stein, seorang penulis di Time,  kawasan Borscht Belt beralih nama menjadi Buddhist Belt (Aburdene, 2006 : 7).&lt;br /&gt;Fenomena di atas tidaklah mengherankan, karena Barat memang memiliki kerancuan dalam mengkonsepsikan  spiritualitas dan agama  disebabkan pemikiran mereka yang dualistik, yaitu memisahkan antara dunia material dan spiritual. Sebagian besar ahli psikologi Barat memandang spiritualitas bersifat personal dan berada pada ranah psikologis, sedangkan agama  bersifat institusional dan pada ranah sosiologis. Beberapa menyatakan bahwa agama diasosiasikan dengan konservatif (conservatism) dan spiritualitas dikaitkan dengan keterbukaan untuk berubah (openes to change) (Hood, 2009  : 9-10).  Konsekuensinya, spiritualitas bisa dicapai dengan atau tanpa melalui  agama. Dalam konsep spiritual Barat, spiritualitas dapat dibangun melalui banyak cara, sebagai contoh, melalui agama, pemikiran, doa, meditasi atau ritual (Best, 2000 : 10).&lt;br /&gt;Konsepsi Barat tentang spritualitas yang problematis telah melatarbelakangi munculnya model pendidikan dan pelatihan spiritual yang mengkombinasikan berbagai macam ajaran mistis, sains, psikologi, dalam rangka membangun kecerdasan spiritual (SQ) manusia.  Konsep SQ sendiri lahir dari rahim Barat sehingga upaya-upaya meningkatkan kecerdasan spiritual ala Barat pada umumnya tidak  mengajarkan manusia menjadi makhluk yang mengakui kebesaran Tuhan dan tunduk pada syariat yang diturunkan-Nya. Menurut Zohar, SQ merupakan perangkat kejiwaan hasil evolusi selama jutaan tahun, yang memungkinkan manusia modern melepaskan kerinduan spiritual mereka tanpa melalui agama formal. SQ adalah kemampuan internal bawaan otak dan jiwa manusia, yang sumber terdalamnya adalah inti alam semesta itu sendiri, begitu pendapat Zohar dalam bukunya Spiritual Intelligence yang telah diterjemahkan di Indonesia . &lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam,  spiritualitas tidak bisa dipisahkan dari Tuhan dan agama (religion).  Spiritualitas  hanya dapat diperoleh  melalui jalan syariah Islam yang bersumber dalam al Quran dan Hadits serta telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, sahabat dan generasi salafusalih. Jalan-jalan spiritualitas dengan mengabaikan syariah akan membuat pengikutnya jauh dari kebenaran Islam dan pelakunya tidak akan memperoleh kedamaian hakiki di dunia maupun akhirat. &lt;br /&gt;Konsep kecerdasan spiritual dalam Islam juga sangat jauh berbeda dengan Barat karena SQ di Barat hanya berhenti pada kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari sesuatu yang besar yaitu alam semesta, sedangkan Islam menganggap alam semesta hanyalah makhluk Allah sebagaimana manusia, yang tunduk kepada aturan dan perintah Allah. Oleh karena itu tujuan pendidikan spiritual dalam Islam harus mampu membentuk individu-individu muslim yang paham hakikat eksistensinya di dunia ini serta tidak melupakan hari akhir dimana dirinya akan kembali. Sebagaimana dikatakan oleh Imam  al-Ghazali  bahwa pendidikan harus diarahkan kepada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak, dengan titik penekanannya pada perolehan keutamaan taqarrub kepada Allah, dan bukan untuk mencari kedudukan yang tinggi atau mendapatkan kemegahan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-2854435280948727119?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/2854435280948727119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=2854435280948727119' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2854435280948727119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2854435280948727119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2010/11/pendidikan-spiritual.html' title='Pendidikan  Spiritual'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/TOE1b2BmUlI/AAAAAAAAAT4/OrZXKllu1DI/s72-c/istac%2Bbuiliding.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-4705454324291815192</id><published>2010-05-22T22:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T04:22:13.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>I've Got My Lesson</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S_jMvoCPtEI/AAAAAAAAATY/od4KhNT9D3U/s1600/me+shtu+die.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474350465641591874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 239px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S_jMvoCPtEI/AAAAAAAAATY/od4KhNT9D3U/s320/me+shtu+die.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika saya dan teman-teman memba&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S_jDlUA9RlI/AAAAAAAAATQ/yxMRwZWHBKI/s1600/me+shtu+die.jpg"&gt;&lt;/a&gt;has kitab Imam Al Ghazali sabtu lalu, saya dibuat terdiam tanpa kata. Saat itu hawa dingin tiba-tiba menjalari seluruh tubuh saya. Saya merasa ulama besar ini sedang berbicara langsung kepada saya. Dengan wajah teduh dan tatapan matanya yang terang, dia seolah mengingatkan betapa celaka seseorang yang berilmu tinggi, tetapi miskin amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di situ saya seperti kehilangan konsentrasi. Tidak ada kebetulan di dunia ini, Allah SWT tahu betul apa yang dibutuhkan makhluk-Nya. Pada saat seorang hamba benar-benar memohon untuk selalu diberikan petunjuk, Dia akan memercikan sedikit cahaya ke dalam hati sang hamba. Saya sadar, Allah SWT sedang mengirimkan pesan pada saya, mengingatkan agar saya tetap berjalan dalam rel dan tidak berbelok ke arah kesesatan yang tampak indah di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu teman melanjutkan membacakan kitab tersebut, sampai pada satu paragraf yang membuat dada saya semakin terasa sempit. Katanya, jika seseorang telah mencapai usia 40 tahun dan kebaikannya tidak melebihi keburukannya, maka ia dekat dengan neraka. Saya lagi-lagi tersontak, memandang gelisah ke arah seorang teman, yang sepertinya dijalari rasa panik yang sama. Mencoba menghitung tahun demi tahun yang berlalu tanpa terasa. Berapa sisa umur yang masih tersisa ? apakah kami masih sempat memperbaiki segala kesalahan yang sudah menggunung ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pembacaan kitab itu berakhir. Saya meminta teman saya menyudahinya karena saat itu jiwa saya lepas dari raga, alias sudah gak mudeng lagi. Dalam perjalanan pulang saya terus merenung, mencoba berdamai dengan perasaan saya yang hampir meledak. Saya turun di stasiun Pondok Cina, padahal seharusnya hari itu saya pulang ke Tanjung Barat, hanya karena ingin mengembalikan pikiran saya yang sedang berkelana entah kemana. I've got my lesson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata semua belum berakhir. Keesokan harinya seorang teman dari belahan bumi Eropa, bertanya pada saya. “Najma, apakah kamu harus selalu belajar ?" saya menjawabnya dengan berbagai macam argumentasi, bagaimana Islam menyuruh umatnya untuk berlajar sampai ke liang kubur, dan ada 114 surat dalam Al Qur’an berbicara tentang pendidikan dan prinsip-prinsipnya. Teman saya itu kemudian menjawab dengan singkat , “love to take you fishing in the cold ,you would learn about frozen finger tips”. Saya terhenyak. Kata-katanya seolah menampar wajah saya. Kawan saya itu seorang photographer, petualang sejati dan tergila-gila memancing. Oh ya satu lagi…dia seorang atheis dan mulai tertarik belajar Islam dari saya. Tapi justru saya merasa, saat itu dialah yang sedang mengajari saya , bahwa belajar tidak cukup hanya dengan teori tetapi harus diiringi dengan praktek dan mengalaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merenung renung, apakah percepatan pengetahuan yang saya dapat , melebihi percepatan amal yang saya kerjakan ? Apakah pengetahuan yang terkumpul dalam kepala saya, belumlah banyak berguna? Saya teringat pesan Imam Al Ghazali pada muridnya, bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang semakin mendekatkan seseorang pada Allah SWT. Sudahkah saya mencintai Allah, melebihi cinta saya pada makhluk Nya ? Sudahkan saya meninggalkan semua pekerjaan sia-sia, yang hanya akan menjauhkan rahmat dan kasih sayang-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menarik nafas dengan berat, menahan rasa panas di kedua mata saya.&lt;br /&gt;I’ve got my lesson. Semoga saya masih diberi kesempatan untuk memperbaiki segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 1:43 pm, today ...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-4705454324291815192?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/4705454324291815192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=4705454324291815192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/4705454324291815192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/4705454324291815192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2010/05/ive-got-my-lesson.html' title='I&apos;ve Got My Lesson'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S_jMvoCPtEI/AAAAAAAAATY/od4KhNT9D3U/s72-c/me+shtu+die.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-2552915434434055219</id><published>2009-11-27T20:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T20:42:07.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>KONSEP PENDIDIKAN  MUHAMMAD  IBN SAHNUN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SxCqT7cq6DI/AAAAAAAAAQw/VgSbaboXITA/s1600/u+r+not+alone.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409010411824146482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 237px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SxCqT7cq6DI/AAAAAAAAAQw/VgSbaboXITA/s320/u+r+not+alone.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#000099;"&gt;"The contribution of Ibn Sahnun in declaring education as an independend field of knowledge are yet to be given enough attention for research, evaluation and testing. It is high time that such scholarly and elegantly produced theories are properly studied and analysed to enrich the human experiences in teh field of education and learning." (Sha'ban Muftah Ismail, 1995)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Muhammad Ibn Sahnun&lt;/span&gt; dilahirkan pada tahun 202 Hijriah di Qayrawan. Sejak kecil Muhammad Ibn Sahnun sudah menunjukan kecerdasannya dalam belajar. Ayahnya, Abi Sa’id Sahnun, merupakan guru pertamanya dan sangat memahami karakter dan kepribadian Ibn Sahnun. Perhatian sang ayah terlihat dari surat yang ditulis beliau kepada gurunya ketika ingin mengirim Ibn Sahnun ke Kuttab (sekolah Al Qur’an). Sang ayah benar-benar mempersiapkan Ibn Sahnun secara intelektual dan akademis. Selain itu kondisi sosial cultural di wilayah Qayrawan pada saat Ibn Sahnun lahir, sangat menunjang pengembaraan intelektualnya. Abad ke-2 hijirah, wilayah Afrika utara sangat terkenal di seluruh dunia akan kemajuan ilmu pengetahuannya. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya ilmuwan dari wilayah timur yang hijrah ke barat, yaitu maghrib, al qayrawan, Andalusia, Toledo, dan lain-lain. Buku-buku pengetahuan banyak ditulis dan diterbitkan, universtas memainkan peran utamanya dalam pencarian ilmu pengetahuan, institut/ sekolah teknik dan kejuruan banyak didirikan yang mengajarkan kedokteran, teknik, ilmu matematika, kimia, bahasa, seni rupa, astronomi dan translasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kontribusi Ibn Sahnun bagi pendidikan sangatlah banyak terutama dalam hal metodologi pengetahuan dan penelitian. Dia merupakan muslim pertama yang menggulirkan teori pendidikan. Berkat buku beliau yang berjudul Kitabu Al adab Mu’allimun (adab seorang guru) maka sejak saat itu pendidikan menjadi disiplin ilmu tersendiri karena buku tersebut merupakan buku pertama yang membahas secara khusus mengenai teori pengajaran dan pembelajaran. Ibn Sahnun mampu mengintegrasikan isu pendidikan yang berbeda-beda yang menyangkut orangtua, akademisi, komunitas, pemimpin dan para pendidik yang peduli pada masanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibn Sahnun menaruh perhatian mendalam terhadap peran guru dalam pendidikan. Beliau tidak menafikan peran elemen pendidikan lainnya, tetapi baginya, guru merupakan elemen terpenting yang harus diprioritaskan karena guru merupakan wakil orang tua. Guru harus mencurahkan segenap perhatiannya bagi sang murid dan harus terlibat secara penuh walau tetap harus memperhatikan batas-batasnya agar murid tidak merasa dikontrol secara ketat oleh sang guru. Oleh karena itu kesejahteraan guru harus sangat diperhatikan sehingga mereka tidak harus mencari pekerjaan sampingan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau membuat kualifikasi yang harus dipenuhi seseorang apabila ingin menjadi profes seorang guru seperti kualifikasi akademis, hapal Al Qur’an dan mampu membacanya dengan baik, memiliki pemahaman tentang fikih Islam, tata bahasa arab, kaligrafi dan lain-lain. Selain itu seorang guru harus memiliki perilaku Islami, jujur, shaleh, bertanggung jawab terhadap anak didiknya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat nanti. Seorang guru harus mempelajari psikologi anak dan memperlakukan setiap anak dengan istimewa dan tidak melakukan kekerasan terhadap anak secara fisik ataupun mental dengan kata-kata kasar dan kejam. Ibn Sahnun berpendapat penerapan disiplin bagi siswa tidak dimulai dengan hukuman fisik / pukulan. Walaupun demikian beliau tidak mengharamkan penggunaannya tetapi menetapkan ukuran dan efek dari alat yang diperbolehkan untuk digunakan dalam hukuman fisik serta frekwensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal manajemen kelas, Ibn Sahnun memberi kebebasan bagi guru agar tidak terpaku dengan kegiatan di dalam kelas. Guru bebas mengajak anak didiknya beraktivitas di luar kelas, berinteraksi dengan lingkungan dan alam sekitar serta memantau perilaku mereka di tengah masyarakat. Guru harus mempersiapkan materi/ bahan ajar dan perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar sebelum memulai pelajaranya. Menurutnya, seorang guru tidak boleh memerintahkan sang murid membawakan materi yang dia lupa persiapkan ke dalam kelas. Menurut Ibnu Sahnun, Indikator keberhasilan seorang guru dapat dengan mudah dilihat dari tingkat pemahaman seorang siswa terhadap mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibn Sahnun memberi pandangannya mengenai kurikulum belajar anak. Dia mengkombinasikan pelajaran Al Qur’an dengan praktek langsung dari teks yang telah dipelajari. Guru harus menunjukan kepada anak bagaimana mempersiapkan diri ketika sholat lima waktu terutama ketika mereka telah mencapai usia tujuh tahun, seperti membersihkan diri sendiri , berwudhu dan bagaimana sholat dengan khusyuk. Pengajaran sholat lima waktu semestinya dapat membantu siswa memahami ibadah wajib dan sunah dan mampu beribadah dengan penuh pengabdian kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al Qur’an merupakan pengetahuan yang wajib dipelajari bagi setiap siswa. Dalam pengajaran Al Quran hendaknya diajarkan akar kata serta asal katanya sehingga dapat memberikan gambaran secara menyeluruh kepada siswa dan bukan pemahanan parsial. Guru harus mengajarkan pengetahuan tambahan diataranya matematika, puisi, bahasa arab, pidato dan sejarah. Ibn Sahnun membuka pintu seluas-luasnya bagi guru dan orang tua untuk mengajarkan apa saja kepada anak sepanjang hal tersebut berguna dan dapat membantu perkembangan mental, sosial dan pendidikannya. Selain itu, salah satu keterampilan penting lainnya yang diusulkan oleh Ibn Sahnun untuk dipelajari adalah seni berpidato sehingga siswa mampu melakukan debat dan menunjukan pandangan berbeda serta mengungkapkan idenya melalui bukti dan contoh yang ada. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ibn khaldun. Menurutnya, terjadinya penurunan kemampuan ilmiah dan akademis di wilayah Ifriqiah (Tunisia, Libya, dan wilayah afrika lainnya), Al Maghrib (Maroko), dan Andalusia (Spayol) karena guru tidak mengajarkan seni berpidato (speech art) sehingga siswa hanya mampu menghapal dan mengulangi apa yang mereka tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Referensi :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sha’ban Muftah Ismail, Muhammad Ibn Sahnun : An Educationalist and Faqih, Muslim Education Quarterly, Vol. 12, No. 4,The Islamic Academy, Cambridge, 1995. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-2552915434434055219?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/2552915434434055219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=2552915434434055219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2552915434434055219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2552915434434055219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2009/11/konsep-pendidikan-muhammad-ibn-sahnun.html' title='KONSEP PENDIDIKAN  MUHAMMAD  IBN SAHNUN'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SxCqT7cq6DI/AAAAAAAAAQw/VgSbaboXITA/s72-c/u+r+not+alone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-2112979256998587214</id><published>2009-07-18T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T21:11:12.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><title type='text'>ISLAM AGAMA FITRAH</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;By : Najma Syira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Islam stands for harmony and perfectibility with an unmatched depth and breadth of scope that comprises all aspects of spirit and life. In knows all the roads that lead to blessing and happiness. It has the cure for human ills, individual and social, and makes them as plain as the wit of man can devise or comprehend. It sets our to develop all sides of each person .(Lari, 2000 : 52)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Islam merupakan agama sempurna yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW. Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki karakteristik yang tidak dimiliki agama-agama lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu karakteristik yang dimiliki oleh agama Islam adalah Insaniah. Menurut ulama besar Yusuf Al Qadhawi, &lt;span style="color: black;"&gt;Islam merupakan agama yang diturunkan untuk manusia, karena itu Islam merupakan satu-satunya agama yang cocok dengan fitrah manusia. Pada dasarnya, tidak ada satupun ajaran Islam yang bertentangan dengan jiwa manusia&lt;/span&gt;. Seorang ulama besar mesir lainnya, Muhammad Al Ghazali dalam bukunya “Menjadi Muslim Ideal” mengatakan dan menyerukan kepada mereka yang tidak mengenal Islam dan mereka yang sempit dalam memahamiya bahwa Islam adalah agama dien fitrah. Beliau menuturkan lebih lanjut bahwa agama Islam sangat variatif dalam setiap sendi kehidupan manusia yaitu seruan menuju perilaku kehidupan yang lurus dan arah pemikiran yang benar, dan petunjuk-petunjuknya yang tetap berupa kaidah yang bergerak dalam mengarahkan jiwa menuju kesempurnaan dari kebimbangan. (2003 :1) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah &lt;i style=""&gt;Subhanahu wata’ala&lt;/i&gt; berfirman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 10pt 27pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia yang tidak mengetahui.” (QS 30 : 30)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Islam adalah ajaran fitrah di mana Nabi Muhammad diutus untuk menjelaskan ajaran kebenaran-Nya dan memperlihatkan tuntunan-Nya, serta mengembalikan manusia kepada jalan yang lurus setelah manusia dikuasai oleh bujuk rayu setan. (Ghazali, 2003 : 14). Sedangkan pengertian fitrah sendiri adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kejadian asli, ciptan, tabi’I (alamiah), dan bukan berarti agama. Islam juga disebut agama fitrah karena agama ini merupakan ciptaan Allah, sebagai agama yang asli diturunkan oleh Allah kepada manusia, dan Dia tidak pernah menurunkan agama lain selain Islam (Kaelany, 2006 : 42)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengapa sifat insaniah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendapatkan perhatian yang besar dalam pembahasan karakteristik agama Islam ? Jawabannya adalah karena manusia merupakan makhluk yang unik. Dia adalah subyek sekaligus obyek dari pengkajian agama itu sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil pengamatan yang mendalam dan terstruktur sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan itu kemudian menempatkan manusia dalam berbagai teori, sangat tergantung dari sudut pandang mana orang melihatnya. Aliran psikoanalisis memandang manusia sebagai homo volens atau manusia yang selalu digerakan oleh keiginan-keinginan; aliran behaviorisme melihat manusia sebagai homo mechanicus karena ia degerakan semaunya oleh lingkungan. Aliran kognitif lebih melihat manusia sebagai homo sapiens, yaitu makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimannya. Sedangkan aliran humanism, yang lebih anyar dari aliran-aliran tadi memandang manusia sebagai homo ludens, yaitu sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelaku aktif dalam merumuskan starategi transaksional dengan lingkungannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Informasi profetik, dalam hal in wahyu Al Qur’an, juga mempunyai konsepsi tentang manusia. Manusia adalah homo theophani atau makhluk berketuhanan yang harus selalu mempresentasikan kehendak Tuhan di bumi, dikenal dengan istilah khalifah Allah fi al-ardh (Hude, 2006 : 2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai makhluk yang mengemban amanah Tuhan, maka manusia terikat oleh aturan yang dibuat oleh Sang Pencipta dirinya. Dia juga terikat sunatullah atau aturan-aturan yang terdapat pada alam semesta. Jika manusia hidup tidak sejalan dengan aturan-aturan tersebut maka manusia akan mengalami kehancuran secara fisik atau mental. Islam tidak hanya mengatur manusia sebagai makhluk fisik, tetapi juga sebagai makhluk spiritual. Gelombang sekularisme di barat, yang juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah menyapu negara-negara Islam, ternyata hanya menjadikan manusia sebagai robot-robot tanpa ruh yang bergerak untuk memuaskan nafsu fisiknya semata. Tak heran manusia modern abad ini, banyak yang mengalami goncangan goncangan kejiwaan akibat dari diabaikannya sisi spiritualitas mereka. Padahal menurut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Fathudin Ja’far, bagian non-fisik yang ada alam diri adalah yang sangat menentukan warna dan gaya kehidupan manusia khususnya terkait perilaku dan kultur. Aggota tubuh atau bagian fisik hanya merupakan wadah dan alat untuk mengimplementasi kehendak, keinginan dan kecendrungan bagian non-fisik. Oleh sebab itu, dalam berinteraksi dengannya haruslah dengan sistem dan mekanisme yang sesuai dengan apa yang telah diciptakan Tuhan Penciptanya. Kalau tidak, kemungkinan kesalahan dalam&lt;i style=""&gt; treatment&lt;/i&gt;-nya dan mengoperasikannya sangatlah besar. “,(2007 :44).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Islam menjamin sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan mekanisme itu bekerja dengan baik dalam diri manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karakteristik agama Islam terbukti sesuai dengan fitrah penciptaan manusia, artinya tidak ada satupun ajaran Islam yang tidak bisa diaplikasikan dalam kehidupa sebenarnya. Islam bukanlah konsep yang mengawang-awang tetapi ajaran islam yang detail dan membumi, membuat agama ini sesuai dengan kondisi manusia dari fisik maupun non fisik. Islam tidak mengajarkan hal-hal yang menentang fitrah manusia seperti yang diajarkan oleh agama Kristen dengan sistem kerabian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan Islam maka akan dihasilkan manusia-manusia yang hidup sejalan dengan firtrahnya. Menurut Al Ghazali,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia dengan fitrah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan bisa mengetahui kebenaran, maka ia pun akan mudah melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perkara yang halal dan haram dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jelas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selain sebagai agama fitrah, Islam juga merupakan agama yang jelas. Fitrah yang sempurna dan sejati, dan kejelasan yang tidak membuat akal megalami kesulitan untuk memahami ajaran-ajarannya. Karena itu Islam berbicara kepada akal, hati dan intuisi secara bersamaan. Di dalam islam tidak ada misteri-misteri Kristen (seperti misteri trinitas serta misteri pengorbanan dan perubahannya menjadi daging dan darah Yesus), yakni misteri yang tak ada seorang pun di antara tokoh-tokoh agama itu sendiri yang sanggup mengetahuinya secara rasional dan benar. Ide “perantara” atau mediasi antara Allah dengan hamba-hamba-Nya dalam agama Kristen, merupakan ide yang tidak dapat diterima akal. Allah-lah yang mengetahui setiap jiwa, tiada tabir yang membatasi antara Dia engan seseorang makhluk-Nya. Konsep Islam memandang bahwa setiap orang berhak berhubungan lansung dengan Allah melalui akal dan mengaturkan harapan Kepada-Nya tanpa perantara seorang tokoh agama. (Musa, 1988 : 25) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lebih lanjut Musa menjelaskan bahwa berkat Islam sebagai agama fitrah dan semua akidah dan ibadah yang diajararkannya masuk akal, jelas dan tidak kesulitan untuk memahaminya, agama yang penuh toleran itu tidak mengalami banyak goncangaan hebat seperti yang dialami agama Kristen karena mengandung kepercayaan dan misteri-misteri yang tidak bisa diketahui akal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(1988 : 28).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah &lt;i style=""&gt;Subhanahu wata’ala&lt;/i&gt; berfirman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 10pt 27pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku sangat dekat dengan mereka. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(QS Al Baqarah : 186)&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketika manusia berjalan dengan cahaya Islam yang sesuai dengan fitrah, maka inilah kata putus yang telah diberikan Islam,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jelas dan terang, suara yang berkumandang, membukakan bagi kita jalan keselamatan, membuatkan peta menuju kepada perdamaian bagi seluruh umat manusia, suatu perdamaian yang sempurna yang mencakup seluruh umat manusia, perdamaian yang bebas dari kedurhakaan , kebinasaan dan permusuhan. Islam adalah kekuatan pembebas, yang bergerak di atas dunia untuk membebaskan manusia dari rantai yang membelenggu mereka, dan memberikan kepada mereka kebebsan, cahaya dan kehormatan diri, tanpa menimbulkan suatu kefanatikan agama. (Sayid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Quthb, 1987 :282).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 10pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Al Ghazaly, Muhammad,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2003, Menjadi &lt;i style=""&gt;Muslim Ideal, Meletakkan Islam sebagai Petunjuk dan Penerang Kehidupan&lt;/i&gt;, Srigunting, Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 10pt 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -31.5pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Al-Qardhawi, Yusuf, 1997, &lt;i style=""&gt;Pengantar Kajian Islam, Studi Analistik Komprehensif tentang Pilar-pilar Substansi, Karakteristik, Tujuan dan Sumber Acuan Islam, &lt;/i&gt;Pustaka Al-Kautsar, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 10pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Fathuddin Ja’far, 2007, &lt;i style=""&gt;SEI Empowerment (Spiritual, Emotional and Intellectual Empowerment), Road to The Great Success&lt;/i&gt;, Cetakan Kedua, Spiritual Learning Center, Depok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 10pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hude, M. Darwis, 2006, &lt;i style=""&gt;Emosi, Penjelajahan Religio-Psikologis tentang Emosi Manusia di dalam Al Qur’an&lt;/i&gt;, Penerbit Erlangga, Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kaelani, HD, 2006, &lt;i style=""&gt;Islam Agama Universal&lt;/i&gt;, Midada Rahma Press, Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 10pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;lari, Sayid Mujtaba Musawi , 2000, &lt;i style=""&gt;Western Civilization Through Muslim Eyes,&lt;/i&gt; Foundation of Islamic C.P.W, Iran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Musa, Muhammad Yusuf, 1988, Islam, &lt;i style=""&gt;Suatu Kajian Komprehensif&lt;/i&gt;, CV Rajawali, Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Quthb, Sayid, 1987, &lt;i style=""&gt;Beberapa Studi Tentang Islam&lt;/i&gt;, Media Da’wah, Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-2112979256998587214?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/2112979256998587214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=2112979256998587214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2112979256998587214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2112979256998587214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2009/07/islam-agama-fitrah.html' title='ISLAM AGAMA FITRAH'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-2596780952765929597</id><published>2009-05-12T03:32:00.001-07:00</published><updated>2009-05-12T03:32:33.094-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border=0 width=0 height=0 src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI*MjEyNDI2NjE4NyZwdD*xMjQyMTI*MzMyNjcxJnA9MTQ2NDgxJmQ9Jm49YmxvZ2dlciZnPTEmdD*mbz1jYjQxYTc5ZjU4YmU*YTQ3OTBjNTUzZjkxMjQ2NmI4ZCZvZj*w.gif" /&gt;&lt;a href="http://flagcounter.com/more/dTL"&gt;&lt;img src="http://flagcounter.com/count/dTL/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/" alt="free counters" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-2596780952765929597?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/2596780952765929597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=2596780952765929597' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2596780952765929597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2596780952765929597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2009/05/free-counters.html' title=''/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-6787923681412036263</id><published>2009-04-21T00:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T11:56:37.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Islam'/><title type='text'>Bahaya "Kesetaraan Gender"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/Se10-q7FjmI/AAAAAAAAAIc/K4zRV5FEMaE/s1600-h/the+eye.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;And because radical feminism recommends putting women first, making them the primary concern, this approach is accord lesbianism “an honoured place’ as a form of ‘mutual recognition between women’ (Chris Beasley,1999) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana dan isu kesetaraan gender menggema dalam khazanah intelektual muslim Indonesia dimulai pada tahun 1989, ketika jurnal Ulumul Qur’an (UQ) memuat tulisan karya Jane I. Smith dan Yvonne Haddad. Isu yang sama kemudian dimunculkan UQ setahun kemudian dengan menerbitkan tulisan seorang feminis Muslim asal Pakistan, Riffat Hassan. Kedua artikel ini memiliki corak yang sama yaitu berusaha membongkar pemikiran agama Islam, yang menempatkan perempuan di bawah subordinasi laki-laki. Dari situ kesetaraan gender mulai memikat hati sebagian intelektual muslimah, terutama mereka mengenyam pendidikan Barat melalui program woman study. Kehadiran lembaga donor internasional mempercepat perkembangan wacana dan pergerakan kaum perempuan di Indonesia. Lembaga-lembaga donor tak segan-segan mengucurkan dana untuk program-program pengembangan kesadaran gender di kalangan intelektual Islam maupun masyarakat luas. LSM-LSM yang menggarap pesantren-pesantren tradisional kemudian bermunculan, sebut saja FK3 (Forum Kajian Kitab Kuning), Rahima dan Puan Amal Hayati. ( Burhanudin-ed, 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul tanda tanya besar mengapa pihak Barat begitu bersemangat mengkampanyekan kesetaran gender di dunia Islam, ketika pada saat yang sama, isu tersebut mengalami stagnasi dan mulai ditinggalkan masyarakat Barat? Sangat disayangkan jika banyak intelektual muslim menutup mata terhadap bahaya pemikiran ini dan justru berperan sebagai agen dalam mempropagandakan kepada masyarakat luas. Umat Islam hendaknya tidak terpengaruh argumentasi yang menyatakan bahwa kesetaraan gender dapat menjadi solusi dari permasalahan kaum perempuan di dunia Islam, semisal kekerasan rumah tangga (domestic violence) , women trafficking, dan permasalahan sosial lainnya. Sampai saat ini, negara-negara Barat tidak pernah bisa membuktikan bahwa mereka berhasil mengatasi problematika sosial tersebut. Tetapi yang terjadi Justru sebaliknya, kehancuran moral telah merusak tatanan sosial masyarakat Barat, gerakan feminis kemudian disalahkan karena dianggap telah mengubah perempuan menjadi makhluk-makhluk gila karir dan menjauhkan mereka dari kehangatan keluarga.&lt;br /&gt;Kelahiran feminisme sendiri tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelam masyarakat Barat pada abad pertengahan. Islam tidak pernah merampas hak kaum perempuan sebagaimana gereja merampas hak-hak individu dan sipil kaum perempuan selama ratusan tahun. Menurut McKay dalam bukunya a History of Western Society (1983), terdapat bukti-bukti kuat yang mengindikasikan bahwa perempuan telah dianggap sebagai makhluk inferior, bahkan pada tahun 1595, seorang profesor dari Wittenberg University melakukan perdebatan serius mengenai apakah perempuan itu manusia atau bukan. Doktrin dasar gereja menganggap wanita sebagai ibu dari dosa yang berakar dari setan jahat. Wanita jualah yang menjerumuskan lelaki ke dalam dosa dan kejahatan, dan menuntunnya ke neraka. (Maududi, 1995)&lt;br /&gt;Kehidupan keras yang dialami oleh perempuan-perempuan pada saat gereja memerintah Eropa tertuang dalam essai Francis Bacon pada tahun 1612 yang berjudul Marriage and single Life (Kehidupan Perkawinan dan Kehidupan Sendiri), di mana disebutkan banyak laki-laki memilih untuk hidup lajang, jauh dari pengaruh buruk perempuan dan beban anak-anak sehingga dapat berkonsentrasi pada kehidupan publiknya. (Arivia, 2002) Mereka tidak memiliki hak untuk bercerai dari suaminya dengan alasan apapun, dan hak tersebut baru mereka peroleh pada tahun 1792 M melalui perjuangan yang berat. Perempuan Barat menjadi makhluk lemah dan tidak berdaya dilihat dari hampir seluruh aspek kehidupan. Kondisi tersebut sangat kontras dengan kondisi perempuan di dunia Islam pada kurun waktu yang sama. Sejak jaman Rasulullah, kaum perempuan telah meramaikan majelis-majelis ilmu, berpartisipasi dalam kegiatan bisnis, bahkan beberapa di antara mereka telah menorehkan tinta emas di medan peperangan, seperti Nusaibah di Perang Uhud dan Khaulah pada perang melawan Imperium Bizantium.&lt;br /&gt;Beberapa feminis mengakui bahwa ajaran Islam lebih ramah terhadap perempuan dibanding Kristen, tetapi hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk terus mendekontruksi ajaran Islam. Para feminis menuduh bahwa fikih Islam dianggap paling bertanggung jawab terhadap pandangan-pandangan yang bias perempuan karena para fuqaha dianggap telah berkonspirasi untuk melestarikan hegemoni laki-laki atas perempuan. Nuansa kecurigaan seperti ini adalah khas para feminis yang terpengaruh ideologi Marxis, di mana perempuan ditempatkan sebagai kelas tertindas dan laki-laki sebagai kelas penindas. Dalam berbagai tulisan mengenai gender, para feminis berusaha mengkritisi teks-teks yangmenjadi sumber hukum Islam kemudian merubahnya sesuai dengan ide-ide feminisme. Terinspirasi dari pandangan Fatimah Mernissi, Mazhar ul-Haq Khan, Asghar Ali Engineer, serta tokoh-tokoh liberal lainnya, para feminis secara tendensius menggiring para muslimah untuk meyakini bahwa interpretasi ajaran Islam yang ada saat ini didominasi bias gender dan bias nilai-nilai patriakal, sehingga diperlukan pembacaan ulang dan dekonstruksi penafsiran lama. Penafsiran baru yang dimaksudkan oleh para feminis adalah tafsir hermeneutika feminis, yaitu metode historis-sosiologis yang digunakan Barat untuk merombak ajaran agama Kristen yang menyudutkan perempuan. Hasil penafsiran baru para feminis adalah produk hukum yang menyimpang sebagaimana kita saksikan pada tanggal 18 Maret 2005, Aminah Wadud, seorang feminis, memimpin shalat Jumat di sebuah Gereja di New York, yang diikuti sekitrar 100 jamaah, laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;Umat Islam perlu waspada karena kesetaraan gender telah menjadi salah satu agenda penting liberalisasi Islam. Target mereka adalah meracuni pemikiran para muslimah sehingga mereka dengan sukarela meninggalkan nilai-nilai luhur Islam dan melepaskan simbol-simbol agama yang dianggap tidak sesuai lagi dengan masyarakat modern. Feminisme dan liberalisme memiliki akar yang sama yaitu relativisme, paham yang menganggap bahwa benar atau salah, baik atau buruk, senantiasa berubah-ubah dan tidak bersifat mutlak, tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial. (Shalahuddin, 2007) Maka tak heran jika gerakan feminis menyatakan dirinya sebagai ”gerakan pembebasan perempuan“.&lt;br /&gt;Di negara-negara Barat, kebebasan tersebut kemudian diterjemahkan sebagai hak untuk melepaskan segala ikatan yang membelenggu aktivitas perempuan dalam mengaktualisasikan dirinya di ranah publik, baik ikatan agama maupun moralitas. Bangsa Perancis mulai memandang hubungan di luar nikah sebagai sesuatu yang biasa menjelang akhir abad ke 19, begitu juga negara Eropa lainnya dan Amerika. Isu kebebasan telah membuat perzinahan diakui sebagai hak individu dan bukan merupakan tindakan melanggar hukum. Laki-laki dan perempuan hidup bersama tanpa ikatan perlahan-lahan memperoleh status legal sehingga banyak perempuan di Barat memilih untuk tidak menikah dan menganggap pernikahan sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan.&lt;br /&gt;Isu kebebasan telah membuat para remaja putri tidak malu-malu lagi mengeksploitasi tubuh mereka dengan alasan perempuan memiliki kontrol penuh atas tubuh mereka sendiri. Perzinahan didukung oleh negara ketika alat-alat kontrasepsi dapat dengan mudah ditemukan di tempat-tempat umum. Sementara para orang tua tidak ambil pusing jika anak mereka melakukan hubungan sex di luar pernikahan, asal tidak terjadi kehamilan, karena menurut mereka, mengasuh dan mendidik anak-anak merupakan tanggung jawab moral yang tinggi. Tetapi jika kehamilan tidak dapat dihindari, kebanyakan perempuan Barat akan melakukan aborsi tanpa rasa bersalah. Gerakan perempuan di Barat telah berhasil melegalkan praktik aborsi dengan dalilh perlindungan terhadap hak-hak reproduksi perempuan. Bagi perempuan yang masih memiliki hati nurani, mereka memilih menjadi single parents walau konsekuensinya anak-anak itu terlahir dan tumbuh tanpa mengenal sosok ayahnya. Saat ini, eksploitasi terhadap kaum perempuan dan anak-anak semakin merajalela, yang tidak pernah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;Kesetaraan gender juga menyuburkan praktek homoseksual dalam masyarakat. Hillary Lips, seorang tokoh feminis Barat, dalam buku a New Psychology of Women ;Gender, Culture, and Ethnicity, mengungkapkan bahwa gender tidak terdiri dari dua jenis, yaitu feminin dan maskulin seperti umumnya diketahui oleh masyarakat luas. Beliau mengakui adanya gender ketiga yang bersifat cair dan bisa berubah-ubah, dan telah dikenal oleh masyarakat pada berbagai macam budaya yang berbeda. Gender ketiga ini tidak bisa dikategorikan sebagai feminin atau maskulin, tetapi mereka adalah kaum homoseksual dan transvestite (seseorang yang senang berpakaian gender lainnya). Pengakuan terhadap adanya gender ke tiga membuat kaum feminis terus memperjuangkan hak kaum lesbi / homoseksual di seluruh dunia dan menuntut negara mengesahkan pernikahan mereka secara hukum. Bahkan dalam perspektif feminis radikal , pasangan lesbi memiliki tempat yang “terhormat“ karena dalam hubungan heteroseksual perempuan cendrung menjadi pihak yang tersubordinasi- di mana pada pasangan lesbi, perempuan justru memiliki kontrol setara sehingga tidak terjadi dominisasi dalam hubungan seksual di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, umat Islam seharusnya lebih cerdas dan kritis dalam menyikapi agenda-agenda feminisme yang sering kali disusupkan melalui program pemberdayaan perempuan. Kemunduran yang dialami umat Islam saat ini tidak dapat diselesaikan dengan mengadopsi mentah-mentah pemikiran Barat, apalagi dengan memaksakan syariat Islam agar tunduk kepada pemikiran tersebut. Gerakan yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan perempuan adalah dengan kembali meneladani para muslimah di jaman keemasan Islam, bukan malah menjiplak pemikiran dan gaya hidup perempuan Barat yang kebablasan. Kajian-kajian perempuan harus difokuskan pada upaya menggali warisan khazanah pemikiran Islam di masa lalu, ketika para muslimah pada masa itu berhasil menjadi madrasah pencetak para ulama sekaligus ilmuwan besar yang memiliki keluruhan akhlak dan kekuatan iman. Suatu keberhasilan yang tidak akan pernah dicapai gerakan feminis walau kelahirannya sudah lebih dari dua abad berselang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-6787923681412036263?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/6787923681412036263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=6787923681412036263' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/6787923681412036263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/6787923681412036263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2009/04/bahaya-kesetaraan-gender.html' title='Bahaya &quot;Kesetaraan Gender&quot;'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-6486415767480158127</id><published>2009-04-19T22:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T03:11:16.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>AMNESIA SEJARAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SexKJpQDPcI/AAAAAAAAAIU/7ZjOah1q9sk/s1600-h/th_Durresinight.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326713988824907202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SexKJpQDPcI/AAAAAAAAAIU/7ZjOah1q9sk/s200/th_Durresinight.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;By Najma Syira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah ibarat sebuah cermin yang merefleksikan dan memberikan identitas pada sebuah peradaban. Sedangkan setiap bentuk penafsiran terhadapnya, sangat mempengaruhi sikap dan tingkah laku para pelaku sejarah di masa depan. Ketika Napoleon Bonaparte melakukan penaklukan demi penaklukan untuk menyatukan seluruh wilayah bekas kekaisaran romawi dalam kekuasaannya, Raja Prancis itu mengklaim dirinya sebagai penerus spiritual Romawi. Ia membuat dirinya dilukis mengenakan mahkota daun defnaf yang biasa digunakan kaisar-kaisar Romawi. Dan Napoleon bukan satu-satunya orang yang mendasarkan tindakannya pada sebuah penafsiran sejarah. Carl J. Richard, seorang ahli sejarah Amerika, mengatakan bahwa para pendiri Negara Amerika menghabiskan sebagian besar masa kecil dan dewasanya untuk mempelajari kitab-kitab latin klasik. Bagi mereka sejarah bukan sesuatu yang mati, tetapi sesuatu yang hidup, khususnya sejarah romawi yang penuh makna pribadi dan sosial dan kemudian berpengaruh penting bagi revolusi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran terhadap sejarah juga membuat seorang yahudi bernama Theodore Herzl kemudian mencetuskan gagasannya tentang ”negara Yahudi”. Gagasan tersebut akhirnya menginspirasi sebagian kaum Yahudi untuk mewujudkan cita-cita Herzl yaitu mendirikan sebuah negara di tanah yang dijanjikan Tuhan, yaitu Palestina. Jadi tidak heran jika pembantaian dan pengusiran terhadap rakyat Palestina tidak dianggap sebagai suatu dosa atau pelanggaran terhadap kemanusiaan bagi Zionis Israel, karena mereka merasa memiliki klaim teologis dan historis atas Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Barat dan Yahudi sangat memahami nilai strategis sebuah sejarah. Oleh karena itu mereka berduyun-duyun melakukan kajian, penelitian, dan penulisan sejarah, bukan hanya sejarah mereka sendiri, tetapi juga merambah pada sejarah peradaban Islam. Di saat yang sama umat Islam justru mengalami amnesia terhadap sejarahnya, kehilangan jati diri, dan tidak bangga terhadap ke Islamannya. Seiring dengan memudarnya tradisi keilmuan di kalangan umat Islam, penulisan sejarah Islam banyak dilakukan oleh kaum orientalis dan murid-muridnya yang membela propaganda mereka. Padahal menurut Muhammad Quthb, karya-karya mereka memiliki kelemahan dari sisi metodologi, jauh dari tanggung jawab ilmiah, dan diwarnai motivasi untuk mewujudkan tujuan tertentu yang tersembunyi di dalam dada orang-orang yang tidak menginginkan agama Islam berkembang dengan baik (1995 ). Cobalah teliti lebih cermat buku-buku sejarah Islam yang bertebaran di toko buku saat ini. Kita akan dengan mudah menemukan sebagian besar buku sejarah peradaban Islam di Indonesia, merupakan buah karya orientalis atau muslim yang terpengaruh oleh pemikiran mereka. Mereka (musuh-musuh Islam-red) telah melakukan upaya sistematis dalam mendekonstrusi sejarah Islam sampai umat Islam benar-benar melupakan kegemilangan sejarah peradabannya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka umat tidak memiliki pilihan kecuali memahami sejarahnya melalui kacamata barat yang jauh dari nilai-nilai Islam. Barat dengan tafsiran barunya, bebas memberi label dan mencitrakan umat Islam sesuai kehendak dan prasangka mereka. Dalam perspektif barat, siapapun yang ingin mengembalikan kejayaan peradaban Islam akan diberi cap teroris, radikal, fundamentalis dan diperlakukan sebagai musuh peradaban barat. Kita tahu barat telah menyematkan label ”teroris” kepada Hamas, hanya karena mereka berjuang secara konsisten untuk membebaskan Palestina dari cengkraman penjajah Israel. Mereka yang menganggap Hamas bertanggung jawab atas penyerangan Israel ke jalur Gaza, pasti terkena “amnesia sejarah” dan melupakan (atau sengaja melupakan) jejak berdarah yang ditinggalkan Negara Yahudi di bumi Palestina sejak tahun 1948. Israel tidak akan pernah berhenti melakukan teror terhadap rakyat Palestina sebelum bumi Palestina seluruhnya jatuh dalam genggaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnesia sejarah membuat para pemimpin Islam melupakan siapa musuh mereka sebenarnya. Betapa memilukan menyaksikan beberapa pemimpin Islam takluk pada tekanan barat dan ”dipaksa” duduk bersama mereka ketika hujan bom dan peluru Israel membumi hanguskan Gaza. Mereka berbicara tentang HAM dan perdamaian, tapi tidak pernah sungguh-sungguh menghapus penjajahan dari bumi Palestina. Mereka juga mengklaim sebagai negara paling demokratis, tetapi memboikot kemenangan Hamas dalam pemilu tahun 2006 dan membiarkan Gaza diblokade dari dunia luar sehingga terjadi krisis kemanusiaan. Umat Islam lupa jika dunia Eropa dan Amerika berdiri dalam satu barisan dalam menghadapi dunia Islam, dan jiwa perang salib masih tetap melekat di dada mereka, begitulah menurut Sayyid Quthb, seorang tokoh pergerakan Ikhawanul Muslimin yang menjadi cikal bakal berdirinya Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak sedang menghakimi seluruh masyarakat barat, tetapi tidak bisa dipungkiri, pemerintahan di negara-negara barat telah lama terjangkiti sindrom Islamophobia. Dunia boleh lupa pada pidato Bush ketika tentara Amerika melakukan penyerangan ke Afghanistan dan menganggap perang itu sebagai crussade atau ”Perang Salib”, tetapi sebagai umat Islam, kita tidak boleh melupakan fakta sejarah ini. Kita adalah saksi hidup kebiadaban yang dipertontonkan Israel, Amerika dan sekutu-sekutunya terhadap dunia Islam, maka umat Islam harus mendokumentasikan peristiwa tragis itu dalam sebuah catatan sejarah yang akan dibaca oleh generasi muslim di masa depan, agar mereka bersatu padu dalam menghadapi setiap kekuatan yang mencoba menghancurkan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin berharap seorang pahlawan seperti Salahuddin Al Ayubi akan datang membebaskan bumi Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Padahal sosok Salahudin tidak serta merta muncul tanpa suatu sebab yang mendahuluinya. Ia adalah produk sebuah peradaban yang lahir dari rahim para ulama yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup. Sejatinya, ini adalah tugas besar bagi umat Islam untuk menelaah, mengkaji dan menafsirkan kembali sejarahnya dengan benar, tidak hanya mengekor pemikiran orientalis yang notabene tidak pernah merasakan ruh Islam bergejolak dalam dada mereka. Sejarah jangan lagi diperlakukan sebagai kumpulan fakta dan menjadi tumpukan dokumentasi masa lalu, tetapi umat Islam harus mampu menjadikan sejarah sebagai pelajaran berharga dalam bentuk rangkaian aturan-aturan Allah (sunnatullah) yang sangat efektif membantu menemukan jalan menuju kemajuan beradaban dan menghindari kesalahan-kesalahan generasi masa lalu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-6486415767480158127?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/6486415767480158127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=6486415767480158127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/6486415767480158127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/6486415767480158127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2009/04/amnesia-sejarah.html' title='AMNESIA SEJARAH'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SexKJpQDPcI/AAAAAAAAAIU/7ZjOah1q9sk/s72-c/th_Durresinight.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-2779091468715264338</id><published>2009-04-18T23:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T20:40:53.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Siluet Senja di Ghaza</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SerRCTZx46I/AAAAAAAAAHc/6Eymp89cB68/s1600-h/siluet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326299346817377186" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 160px; height: 120px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SerRCTZx46I/AAAAAAAAAHc/6Eymp89cB68/s200/siluet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Senja di Ghaza. Kota di mana aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku mengendap-endap menyelinap ke sebuah bangunan kumuh dan tak terawat. Pintunya berderik keras ketika dibuka, Di sudut ruangan tergeletak sebuah lemari reot dipenuhi tumpukan buku-buku yang telah berdebu. Sepasang kursi malas mengapit lemari itu, yang tak kalah tua dan usangnya. Kuletakkan senjata laras panjang di atas bangku itu dengan hati-hati, begitu juga topeng hitam yang biasa menyelimuti wajahku. Perlahan-lahan aku bergerak masuk dan berdiri terpaku dalam tawanan sepasang mata hitam yang menatap dingin dari dalam sebuah kamar.&lt;br /&gt;“Mengapa engkau kemari ?” suara serak perempuan tua itu masih sama. Usia tidak mampu menaklukan kekuatan ruhiah yang terpancar dari kata-katanya. Aku terdiam tak mampu membalas tatapan matanya. Dari sudut mataku kulihat dua bocah laki-laki tertidur pulas di atas pembaringan. Wajah mereka yang putih dan pucat mengingatkanku kepada ibu mereka. Hatiku nelangsa membayangkan masa depan macam apa yang akan dihadapi mereka.&lt;br /&gt;“Maafkan aku karena kelemahan hatiku, tapi … ijinkan aku untuk berada di sini sebentar saja,” kataku setengah memelas, tak berdaya dihadapan perempuan tua yang telah melahirkan dan membesarkanku. Wajah perempuan yang selalu berhiaskan senyuman itu kini terlihat keras dan dingin, seolah tak mengharapkan kehadiranku dihadapannya. Aku merasa canggung dengan sambutannya yang kaku. Tapi aku memaklumi kekecewaannya. Ia pernah berpesan untuk tidak kembali menemuinya jika tidak ada hal teramat penting yang ingin disampaikan. Hal itu bisa membahayakan keselamatan kami semua.&lt;br /&gt;Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Kami larut dalam keheningan untuk sesaat. Rasanya ingin aku bersimpuh seperti dulu…. tapi kini aku tak mampu.&lt;br /&gt;“Apa yang meresahkanmu ?” bibirnya yang keriput bergerak lambat. Mencoba menebak apa yang sedang berkecamuk dalam hatiku. Aku menelan ludah, mencoba menghindari tatapan matanya.&lt;br /&gt;“Aku mungkin … ” ujarku gemetar. Wajah muramku semakin muram. “…aku mungkin tak bisa meneruskan perjuangan ini...” kataku penuh duka. Kenyataan itu mengiris hatiku dan meluluh lantakan ketegaranku. Ketika peluru panas dari senjata yang kupegang, menembus tubuh seorang laki-laki yang kemudian meregang nyawa dihadapanku. Aku tercenung… tak mampu melanjutkan kata-kataku. Bayang-bayang pertempuran itu merobek kulit yang membungkus jiwaku. Mengucurkan darah yang sulit untuk kuhentikan. Betapa bodohnya dia… bukankah musuh kita sama ? bukankah seharusnya kita bersatu mengusir penjajah yang merampas tanah air dan hak rakyat Palestina? Mataku memanas. Ada monster bergerak-gerak dalam perutku. Aku muak… muak dengan segala yang kurasakan.&lt;br /&gt;Pandangan perempuan tua itu semakin menusuk… kerutan di wajahnya kini terlihat jelas. Ada duka bergelayut, tetapi ekspresinya masih tetap sama.&lt;br /&gt;“Jadi kau hendak mundur ?” katanya kaku. Sekilas kulihat kekecewaan berkelebat di matanya, bergantian dengan kekhawatiran.&lt;br /&gt;“Aku…. aku tak tahu…” ujarku getir. Bagaimana mungkin aku mundur dan membiarkan kaum yang dilaknat Allah itu menghancurkan kiblat pertama umat Islam. Tapi kini aku harus berhadapan dengan sesama rakyat Palestina, saudara-saudara kami yang bersikap lemah terhadap tekanan sekutu-sekutu Zionis Israel. Bagaimana mungkin saudara kami masih percaya dengan janji manis mereka ? Mereka memaksakan demokrasi ala Barat di Negara kami. Tapi ketika kemudian hasilnya tidak sesuai dengan keinginan mereka, dengan mudah mereka mengkhianatinya… dengan mudah mereka menodainya.&lt;br /&gt;Perempuan tua yang prinsip hidupnya terpancang kuat bagai karang dilautan, kini bangkit perlahan dari duduknya. Ia bergerak menghampiriku dengan kaki pincangnya karena pengeroposan tulang yang dideritanya. Gamis hitam yang membalut tubuhnya terlihat begitu lusuh dan bulukan. Perang telah membuat kami semua tak lagi memikirkan kesejahteraan. Bisa bertahan hidup sampai saat ini rasanya sudah merupakan suatu anugrah yang layak untuk disyukuri. Disyukuri karena kami masih memiliki waktu untuk beramal di dunia dengan berjuang. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berjihad seperti layaknya kami, bangsa Palestina. Begitu selalu kudengar dari mulut kecil perempuan tua yang kini telah berdiri di hadapanku.&lt;br /&gt;Aku menatapnya lama sekali. Wajah tirusnya terlihat pucat seperti pualam dengan kantung mata menggantung di bawah kedua matanya yang selalu bersinar cerah. Ingin sekali kuserahkan segala kegelisahanku pada jiwanya yang begitu damai. Tak pernah ia khawatir kehilangan apapun kecuali harga diri dan keimanannya. Tak pernah kulihat ia mengeluh pada saat dirinya harus menjaga diriku dan kedua kakakku yang masih kecil-kecil, pada saat suaminya tercinta diambil dari sisinya. Abi gugur sebagai syuhada, begitu yang selalu ia ceritakan pada kami.&lt;br /&gt;“Ini bukan pertama kalinya kau menghadapi saudaramu. Jauh sebelum ini, selalu ada orang yang menodai kehormatan bangsanya sendiri,” kata-katanya keras menghujam bagai belati yang merobek-robek hati pendengarnya. Aku terpekur… gelisah, badanku mengeluarkan keringat dingin yang tak bisa kucegah. Sepertinya hawa dingin mendekapku seketika dan menggrogoti sel-sel dalam tubuhku.&lt;br /&gt;“Benarkah yang kulakukan ?” tanyaku pasrah. Aku sekali lagi hendak menyandarkan kegalauanku di pundaknya yang kecil, tapi kekuatan jiwanya jauh lebih besar dari tubuhnya yang ringkih. Matanya yang bercahaya seketika meredup, seolah ia baru saja mendapatkan berita buruk. Ia terdiam sesaat, kemudian menjawab pertanyaanku sambil memegang tanganku yang kasar, penuh dengan bekas luka akibat pertempuran.&lt;br /&gt;“Mempertahankan kebenaran selalu menuntut pengorbanan. Jangan pernah berharap jalan itu akan mudah.” katanya sambil meremas tanganku dengan keras, seolah hendak mengalirkan semangat hidupnya kepadaku.&lt;br /&gt;Aku menunduk, menatapi ujung sepatuku yang solnya sudah sedikit menganga. Aku tahu benar kemana arah percakapan ini. Ia telah menegaskan sejak dulu, bahwa jiwa seorang muslim telah tergadai kepada Allah. Ketika seorang muslim meyakini bahwa hanya Allah semata yang menjadi tujuannya hidupnya, maka dirinya tak akan lemah. Jika kesenangan meliputinya, seorang muslim akan bersyukur, dan ketika kesulitan dating menjerat, ia akan bersabar. Allah menyukai muslim yang kuat, itu yang biasanya dikatakan perempuan tua itu pada saat kesukaran demi kesukaran dilaluinya dengan tenang dan tegar.&lt;br /&gt;Tapi kini kesedihan dan kemarahan sepertinya justru melemahkan diriku. Bagaimana mungkin sebagian pemimpin di negeri ini, yang seharusnya mengobarkan semangatnya untuk memerangi para penjajah, justru tergoda melihat dolar-dolar yang disebarkan oleh musuhnya. Memungutinya karena takut lapar, dan rela mengkhianati bangsanya sendiri. Apakah mereka lupa, bahwa Rosulullah dan para sahabat pernah diboikot oleh kaum kafir Mekah selama 3 tahun, tetapi mereka tetap kuat mempertahankan akidahnya ? mengapa kini sebagian saudara-saudara kami, rela dijadikan budak-budak yang mengabdi pada kepentingan Zionis demi kekuasaan ? Sungguh menyedihkan… tak pernah kulihat hal yang sebodoh ini.&lt;br /&gt;Mata perempuan tua itu mengamati diriku tanpa berkedip, sepertinya ia berusaha menahan kerinduan yang nyaris meledak dari dalam dadanya. Sudah hampir dua tahun aku tidak bertemu dengannya. Kutinggalkan dua laki-laki kecil, buah cintaku, dalam pengasuhannya. Ketika pagi itu bom Zionis menggelegar, meluluh lantakan pasar dekat tempat tinggalku, dan menewaskan puluhan nyawa tak bersalah. Salah satunya adalah istriku yang saat itu sedang mengandung anakku yang ketiga. Kenangan itu kembali menari-nari dalam ingatanku. Aku begitu merindukan istriku. Berharap senyumnya muncul dari balik pintu kamar ini dengan anak-anak dalam pangkuannya, dan menguatkan diriku yang lemah dan tak berdaya.&lt;br /&gt;Mataku kembali memanas, kemudian butiran bening itu perlahan-lahan merebak di sekitar bola mataku. Kutahan sekuat tenaga agar mereka tak bergulir memenuhi pipiku. Aku tak membebani perempuan tua yang amat kucintai dengan emosi yang akan semakin memperlemah diriku . Tapi rasanya semua sia-sia. Ia telah menelanjangi hatiku dengan intuisinya dan naluri keibuanya yang begitu kuat.&lt;br /&gt;“Menangislah … kau hanya manusia anakku… “ ujarnya pelan. Kekakuannya mulai menghilang, wajah tua itu mendadak melunak. Aku merasa kembali menjadi bocah berumur belasan tahun, yang selalu dihibur perempuan tua di hadapanku tiap kali aku merasa sedih . “Bukankah Rosulullah juga mengalami seperti yang kau rasakan, ketika ia kehilangan istri yang sangat ia cintai dan paman yang selalu membelanya ? Ia pun merasa sedih, ketika dakwah yang ia sampaikan berujung kepada penghinaan dan penyiksaan.” katanya lembut mencoba membesaran hatiku. Senyum mengembang dari sudut mulutnya yang mungil.&lt;br /&gt;Aku menghela nafas sambil mengusap sebutir air mata yang jatuh dari sudut mataku. Tiba-tiba aku merasa begitu lelah dan letih. Aku berjalanan mendekati pembaringan di mana kedua anak laki-lakiku tertidur pulas. Kurebahkan badanku di sisi mereka, yang tak sadar akan kedatangan ayah yang tak pernah bisa mendampingi mereka. Kening mereka kukecup satu demi satu, diiringi doa dan pengharapan agar suatu hari kedamaian dapat kembali kami rasakan.&lt;br /&gt;Kutatap langit-langit kamar yang masih sama ketika dulu aku tinggalkan. Seketika pikiranku mengembara ke masa lalu, ketika suara perempuan dihadapanku mengisi hari-hariku. Kamar ini merupakan saksi betapa kuatnya pengaruh seorang ibu dalam membentuk karakter anak-anaknya. Aku masih ingat, ia selalu mengisi malam-malam kami yang mencekam dengan cerita perjuangan Rosulullah. Matanya berbinar-binar walaupun suara sirene dan tembakan bersaut-sautan di sekitar kami. Saat itu biasanya aku dan kedua kakakku akan gemetar ketakutan, menangis terisak-isak atau bahkan berteriak-teriak memanggil-manggil abi kami yang entah ada dimana. Tetapi perempuan hebat itu selalu berhasil menguatkan kami dengan cerita-ceritanya. Ia bercerita tentang kegigihan Rosulullah dalam menyampaikan kebenaran Islam. Tentang pertempuran-pertempuran yang dihadapi Rosul dan para sahabat dalam menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Ia juga berulang-ulang memberitahu kami, bahwa Rosulullah dan para sahabat tak pernah sedikitpun tergiur menerima tawaran harta, tahta dan kenikmatan dunia yang ditawarkan untuk membeli keimanan mereka. Rosulullah juga tak pernah bersekutu dengan orang-orang kafir untuk memerangi orang muslim lainnya. Umat muslim adalah umat yang terbaik, selama mereka tetap berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Hadits, begitulah keyakinan yang selalu ia tanamkan dalam benak kami.&lt;br /&gt;Aku menelan ludah. Mataku beralih membalas tatapan wajah tua yang masih menatapku penuh arti. Sekarang lihatlah kondisi umat yang kau banggakan, wahai Umi. Bagaimana kau masih bisa tersenyum, padahal kemaksiatan dan keburukan dikemas sedemikian indahnya oleh musuh-musuh kami, seolah-olah ia adalah suatu kebenaran. Sedangkan Al Qur’an dan Hadits sudah sejak lama ditinggalkan dan hanya menjadi barang pajangan di rumah – rumah kaum muslimin. Bagaimana kau menahan air matamu, ketika melihat para pemimpin umat ini berbondong-bondong menjual harga dirinya kepada kaum Zionis. Mereka mengundang para tentara kafir ke negerinya, kemudian memberondong saudara mereka sendiri dengan bom dan granat untuk mendapatkan kekuasaan ?&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana hatimu mampu meredam luka kekecewaan, ketika melihat sebagian umat muslim lainnya terjajah tanpa sadar. Mereka dibanjiri produk-produk Zionis yang sebagian dari keuntungannya digunakan untuk membeli peluru untuk menembaki bocah-bocah muslim di Palestina, Irak, Afganistan dan negeri-negeri muslim lainnya. Itu kenyataan Umiku. Aku juga yakin kau akan memilih untuk menjadi buta dan tuli, dari pada mendengar berita-berita palsu yang disebarkan oleh Zionis ke rumah-rumah keluarga muslim di seluruh dunia. Berita yang memfitnah dan mengadu domba. Berita yang membuat kami saling curiga dan terjebak dalam perang saudara yang tak kami inginkan. Lalu bagaimana kami bisa bertahan ?&lt;br /&gt;Dadaku terasa sesak. Rasanya tidak mungkin menyatukan umat yang telah terpecah belah. Kami sudah terlalu buruk, tak ada lagi yang tersisa. Benar, jumlah kami memang banyak. Tapi kami tak lebih dari buih yang melayang-layang, tak memiliki kekuatan untuk menghadapi musuh. Kami dikepung dari segala penjuru, tak ada jalan untuk keluar. Ya… tak ada jalan keluar.&lt;br /&gt;“Jangan pernah berputus asa dari rahmat-NYA …” tiba-tiba suara perempuan tua itu memutuskan lamunanku, seolah ia dapat membaca pikiran yang ada dalam benakku. “…tetaplah berjuang anakku. Berjuanglah seperti Hamzah, Umar dan para syuhada lainnya. Sandarkanlah niatmu hanya kepada Sang Pemilik Hidup,” kata-katanya, sekali lagi, begitu tenang dan menggetarkan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba suasana perang uhud seperti terbanyang dalam kepalaku. Ketika pertama umat Islam meperoleh kemenangan, semua terlena… tetapi kemudian kemenangan itu berbalik. Khalid bin Walid, yang ketika itu masih memimpin kaum kafir, berhasil memporak porandakan pasukan pemanah muslim yang tergiur oleh harta rampasan perang. Pasukan muslim tercerai berai, panik dan kehilangan arah. Sebagian dari mereka bahkan putus asa begitu mendengar kabar bahwa Rosulullah telah tiada. Tetapi sebagian dari mereka tetap bertahan, dengan darah dan nyawanya. Panji-panji Islam dipertahankan walau tubuh mereka tercacah pedang dan ratusan anak panah menghujani. Mereka bangkit… walau dengan sisa-sisa nafas yang masih mereka miliki.&lt;br /&gt;“Janganlah kamu bersedih, dan jangan (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.* Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita,**“&lt;br /&gt;Aku segera beristigfar mendengar kutipan Ayat-ayat Allah yang bergulir lembut dari mulut perempuan itu… badanku seperti ditarik ketika hampir saja terjatuh ke dalam lubang gelap yang dalam dan tak berujung. Tubuhku yang basah oleh keringat kini terasa sangat nyaman. Perlahan-lahan kutarik nafas panjang sambil kupejamkan kedua mataku. Aku dapat melihat wajah istriku yang cantik tersenyum kepadaku. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat indah sambil duduk di antara butiran mutiara di sisi sebuah telaga. Telaga itu sangat indah, airnya lebih putih dari susu, batu-batunya adalah intan berlian, dan mutiara. Disamping istriku, wajah Abi yang teduh dan kedua kakakku yang syahid belum lama ini, melambai riang kepadaku.&lt;br /&gt;“Aku mencium wangi surga , Umi……” kataku lamat-lamat.&lt;br /&gt;Perempuan tua itu tersenyum. Sinar matanya memancarkan cahaya keemasan yang merangkak naik menuju cakrawala nan luas, membiaskan siluet senja yang sangat indah. Siluet senja di Ghaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, November 2007&lt;br /&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;* QS. Ali ‘Imran 139&lt;br /&gt;** QS. At-Taubah 40&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-2779091468715264338?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/2779091468715264338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=2779091468715264338' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2779091468715264338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/2779091468715264338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2009/04/silut-senja-di-gaza.html' title='Siluet Senja di Ghaza'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SerRCTZx46I/AAAAAAAAAHc/6Eymp89cB68/s72-c/siluet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-7517440963391072694</id><published>2008-08-22T20:26:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T21:01:53.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Cintai Ilmu Raihlah Surga</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SK-Lmt9r_II/AAAAAAAAAEw/3IdcKAB78mA/s1600-h/SSGP0169.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237558388944796802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SK-Lmt9r_II/AAAAAAAAAEw/3IdcKAB78mA/s200/SSGP0169.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SK-K_dMMs-I/AAAAAAAAAEo/1U1G6ldGJmE/s1600-h/MOUNT024.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Oleh : Najma Syira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang meniti jalan untuk memperoleh ilmu, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah (Masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya, nicaya turun kepada mereka ketenangan, rahmat melliputi mereka, para Malaikat berkerumun di sekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.”(HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang menjadikan tradisi keilmuan sebagai corak peradabannya. Tidak ada agama-agama lain yang menjadikan proses mencari ilmu sebagai suatu kewajiban bagi para pemeluknya, kecuali agama Islam. Sebagimana telah diriwatkan dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu dari Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam, beliau bersabda ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mencari ilmu itu fardhu (wajib) atas setiap orang muslim .” (Diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban mengandung beberapa konsekuensi, salah satunya adalah adanya unsur paksaan jika seseorang tidak mau melakukan perbuatan mencari ilmu. Tidak salah, tapi sungguh indah jika kita bisa menghadirkan cinta dalam proses mencari ilmu. Sebagaimana kita temukan banyak hadits-hadist Rosullah yang menunjukan kecintaan Allah kepada para pencari ilmu. Lihatlah bagaimana Allah memberikan ganjaran Surga kepada mereka, bahkan bukan hanya itu. Allah menjanjikan surga yang berbeda hanya satu derajat dengan para Nabi. &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Allah juga menunjukan kecintaannya dengan mengerahkan malaikat untuk membimbing para pencari ilmu. Betapa bahagianya mereka karena para malaikat meletakan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu, karena ridha terhadap apa yang dicarinya,” (Diriwayatkan Al-Imam Ahmad dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosul mengilustrasikan bahwa kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti kelebihan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Pada saat bulan purnama, bulan bersinar memenuhi ruang di sudut-sudut bumi dengan cahayanya yang terang. Begitulah orang berilmu, hatinya yang bercahaya akan menyinari hati-hati manusia yang gelap. Jiwanya yang terang akan memberikan petunjuk bagi mereka yang meniti jalan munuju kebenaran Ilahi.&lt;br /&gt;“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?” (Az-Zumar : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsirnya, Sayyid Qutb menyatakan bahwa ilmu yang hak merupakan makhrifat, merupakan pemahaman atas kebenaran, merupakan terbukanya mata hati, dan merupakan keterkaitan dengan aneka hakikat yang kokoh di alam semesta ini. Ilmu bukanlah pengetahuan yang berdiri sendiri, yang terpisah dan hanya mengisi nalar, yang tidak sampai ke berbagai hakikat alam semesta, dan tidak menjangkau apa yang ada di balilk suatu realita&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadillah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmulah yang membina jiwa, lalu dia bermurah hati dan taat. Kemudian iman dan ilmu itu mengatarkan seseroang kepada derajat yang tinggi di sisi Allah. Derajat ini mereupakan imbalan atas tempat yang diberikannya denga suka hati dan atas kepatuhan kepada perintah Rasulullah. &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah sangat mencintai para pencari ilmu, mengapa kita tidak merubah cara kita berinteraksi dengan ilmu? jangan sampai kita menuntut ilmu hanya karena terpaksa atau karena adanya ambisi duniawi . Cintailah ilmu, karena cinta hanya dapat diraih dengan cinta, sedangkan ilmu adalah salah satu perwujudan cinta Allah kepada makhluknya. Ilmu juga cahaya, dia tidak akan memasuki hati-hati yang didalamnya terdapat penghambaan kepada materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohlah perjuangan Imam Al-Thabari dalam mencari ilmu. Dia terlahir dari keluarga kurang mampu tetapi semangatnya mencari ilmu tidak pernah terhalang oleh keterbatasan ekonomi keluarganya. Ayahnyalah yang mampu membangkitkan kecintaannya kepada ilmu pengetahuan, sehingga saat usianya baru 7 tahun dia sudah hapal Al Qur’an dan dalam usia 9 tahun ia mulai serius mempelajari hadits. Saat menginjak 12 tahun (236H), al-Thabari dilepas ayahnya untuk memulai petualangan panjang keluar tanah kelahirannya guna mencari ilmu yang kelak kemudian menobatkannya sebagai ulama kenamaan yang karya-karya besarnya hingga kini masih dikagumi dan dipelajari.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencari ilmu sejati tidak akan membiarkan proses pencariannya itu dikotori oleh perbuatan yang akan menyebabkan hilangnya keberkahaan ilmu. Dia tidak mencari popularitas dan gelar semata sehingga seorang yang benar-benar mencintai ilmu tidak akan pernah berhenti belajar walau ia sudah mendapatkan setumpuk gelar, karena bukan itu tujuan utamanya. Orang yang mencitai ilmu akan selalu rindu untuk menemukan sesuatu yang baru, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan berkeinginan kuat untuk membaginya kepada orang lain. Para pencari ilmu bukan orang-orang yang egois yang ingin menyimpan ilmunya untuk diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu hanya akan membuka dirinya pada orang yang benar-benar memperjuangkannya. Jadi tak heran jika hambatan dan tantangan dalam mencari ilmu begitu beragam dan banyak. Seorang pencinta ilmu tidak akan mudah berputus asa apalagi sampai menyerah. Perjuangan mencari hikmah dalam lautan ilmu Allah adalah adalah sebuah jihad yang menuntut pengorbanan jiwa dan raga, moril dan materil, karena surga tidak bisa dibeli dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menyusuri lekuk-lekuk hikmah dalam lautan ilmu-Mu&lt;br /&gt;Adalah sebuah cinta yang tidak pernah berakhir&lt;br /&gt;Cinta yang memberiku sayap&lt;br /&gt;Untuk terbang menyapa-Mu&lt;br /&gt;Cinta di atas cinta&lt;br /&gt;Yang menaburkan kekuatan&lt;br /&gt;Memberikan harapan&lt;br /&gt;Untuk bisa menatap wajah-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’anul Qariim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep Sobari, Ibn Jarir Al-Thabari (224H-310H) Pencari Ilmu Sejati dan Ulama Ensiklopedis, Makalah Diskusi INSISTS, Jakarta, 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah, Minhajul Qashidin, Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk, Pustaka Al Kautsar, Jakarta, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustafa Dieb Al-Bugha Muhyiddin Mistu, Al-Wafi, Menyelami Makna 40 Hadits Rasulullah, Syarah Kitab Arba’in An-Nawawiyah, Al-I’tishom, Jakarta, 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Di bawah Naungan Al Qur’an, Jilid 10, Gema Insani Press, Jakarta, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Di bawah Naungan Al Qur’an, Jilid 11, Gema Insani Press, Jakarta, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; HR. Ath-Thabarani dan Ad-Darimi. Hadits ini hasan mursal.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Di bawah Naungan Al Qur’an, Jilid 10, hal. 70&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Di bawah Naungan Al Qur’an, Jilid 11, hal 194.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Dikutip dari makalah diskusi INSISTS oleh Asep Sobari, dengan judul “ Ibn Jarir Al-Thabari (224H-310H) Pencari Ilmu Sejati dan Ulama Ensiklopedis.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-7517440963391072694?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/7517440963391072694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=7517440963391072694' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/7517440963391072694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/7517440963391072694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/08/cintai-ilmu-raihlah-surga.html' title='Cintai Ilmu Raihlah Surga'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SK-Lmt9r_II/AAAAAAAAAEw/3IdcKAB78mA/s72-c/SSGP0169.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-3836406791828603076</id><published>2008-07-31T20:45:00.000-07:00</published><updated>2008-11-13T06:58:01.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Perjalanan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SJKI4Q3m1KI/AAAAAAAAAEM/Nuv9ZEw2CO0/s1600-h/nature244_1024.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229392617512817826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 429px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" height="240" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SJKI4Q3m1KI/AAAAAAAAAEM/Nuv9ZEw2CO0/s320/nature244_1024.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SJKIYiun4yI/AAAAAAAAAEE/Dc4nsyE3zSw/s1600-h/nightstar03.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;* Najma Syira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjalanan menyusuri lekuk-lekuk hikmah dalam lautan ilmu-Mu…&lt;br /&gt;Adalah sebuah cinta yang tidak pernah berakhir&lt;br /&gt;Cinta yang memberiku sayap untuk terbang menyapa-Mu&lt;br /&gt;Cinta di atas cinta yang menaburkan kekuatan&lt;br /&gt;Memberikan harapan untuk bisa menatap wajah-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya perjalanan itu kadang terasa melelahkan&lt;br /&gt;Bertabur kesunyian dan penuh bisikan keputusasaan&lt;br /&gt;Karena hasrat cinta sering bercampur ilusi&lt;br /&gt;Atau karena kebodohon sepotong jiwa&lt;br /&gt;Yang mengalah pada hembusan mimpi-mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tak akan pernah menyerah&lt;br /&gt;Pada sebuah cinta yang diciptakan bukan untukku&lt;br /&gt;Pada sepenggal kerinduan yang melemahkanku &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan pada rasa yang akan mengkhianatiku&lt;br /&gt;Karena semua hanya bayang-bayang&lt;br /&gt;Yang akan menghilang&lt;br /&gt;Ketika senja datang menjelang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 1 Agustus 2008 &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-3836406791828603076?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/3836406791828603076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=3836406791828603076' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/3836406791828603076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/3836406791828603076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/07/perjalanan.html' title='Perjalanan'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SJKI4Q3m1KI/AAAAAAAAAEM/Nuv9ZEw2CO0/s72-c/nature244_1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-1436080568815908511</id><published>2008-06-29T08:50:00.000-07:00</published><updated>2008-11-13T06:58:01.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sang Guru</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SIhc3Fhw72I/AAAAAAAAAC8/z1yDKuurt8Y/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226529469009817442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="240" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SIhc3Fhw72I/AAAAAAAAAC8/z1yDKuurt8Y/s320/3.jpg" width="178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika kau bertanya...&lt;br /&gt;mengapa aku begitu bergantung kepadamu&lt;br /&gt;Aku akan menjawab...&lt;br /&gt;bukankah Rumi pun merasakan hal yang sama pada gurunya ?&lt;br /&gt;lalu kau bertanya...&lt;br /&gt;bukankah ketergantungan itu hanya pada Allah, sang pemilik hidupmu...&lt;br /&gt;Aku akan menjawab...&lt;br /&gt;begitu semestinya, tapi tak begitu realitanya&lt;br /&gt;Lalu kau bertanya...&lt;br /&gt;apakah dengan begitu berarti kau mencintaiku ?&lt;br /&gt;Aku menjawab...&lt;br /&gt;itu yang aku tidak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru terdiam sejenak... dengan berat ia berkata&lt;br /&gt;Kau tidak boleh mencintaiku... jika tidak, aku telah gagal mendidikmu&lt;br /&gt;Aku menjawab.. baiklah, akan aku tanyakan pada hatiku&lt;br /&gt;Satu menit... dua menit... lima menit pun berlalu...&lt;br /&gt;Sang guru bertanya .. apa yang dikatakan hatimu?&lt;br /&gt;Aku menjawab... Ia mencintai kebenaran yang keluar dari mulutmu&lt;br /&gt;Sang guru bertanya... mintalah pertimbangan akal sehatmu&lt;br /&gt;Aku menjawab... seandainya tidak ada kebenaran yang keluar dari mulutmu, aku tak akan mencintaimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru terdiam kembali... ia menarik nafas dalam-dalam&lt;br /&gt;Sepertinya aku harus meninggalkanmu...&lt;br /&gt;Aku bertanya... kenapa wahai guru, apakah ada yang salah dengan diriku ?&lt;br /&gt;Sang guru menjawab... ya&lt;br /&gt;Aku merasakan sesak dalam dadaku...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-1436080568815908511?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/1436080568815908511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=1436080568815908511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/1436080568815908511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/1436080568815908511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/06/belajar-dari-sang-guru-2.html' title='Sang Guru'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/SIhc3Fhw72I/AAAAAAAAAC8/z1yDKuurt8Y/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-3969489052797175300</id><published>2008-06-17T10:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T10:30:37.631-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>MENULIS ULANG SEJARAH ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;br /&gt;MENULIS ULANG SEJARAH ISLAM*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Persoalan Materi, Metodologi, dan Interpretasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan sejarah ditentukan oleh tiga faktor penting yang sangat menentukan bobot kajian sejarah, yaitu materi, metodologi dan interpretasi, karena ketiganya tidak hanya menjamin otentisitas dan obyektivitas penulisan sejarah, tapi juga dapat menampilkan sejarah sebagai unsur dinamis dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelopor penulisan sejarah Islam dibagi menjadi dua kategori, yaitu :&lt;br /&gt;1)      Muhaddits (ahli hadits)&lt;br /&gt;Dari segi metodologi, kelompok Muhaddits memiliki kelebihan karena terseleksi dengan baik, karena adanya penerapan metode hadits dalam riwayat-riwayat sejarah yang mereka catat. Tetapi kelemahan metode ini, adalahnya penerapan metode hadists yang ketat berdampak pada terbatasnya jumlah riwayat sejarah yang terputus-putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)      Akhbari&lt;br /&gt;Kelompok akhbari lebih menonjolkan pengayaan riwayat dalam setiap peristiwa sejarah yang ditulis sehingga dapat menggambarkannya dengan utuh.  Selain tidak menerapakan kritik terhadap riwayat sejarah yang dihimpunnya, kecendrungan-kecendrungan subjektif sejarawan akhbari –yang semuanya lahir setelah masa fitnah (kekacauan politik) dan kemunculan aliran-aliran ideologis-, seperti tendensi ideologi, politik dan fanatisme, berdampak besar terhadap bobot riwayat-riwayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan sejarawan ahli hadis, para ahli kritik riwayat hadits menyimpulkan kebanyakan sejarawan akhbari tidak cukup kuat. Bahkan, tidak sedikit yang memiliki tendensi subjektif serius yang berdampak pada lemahnya riwayat yang mereka sampaikan. Persoalan ini menjadi semakin rumit, ketika kita, ahli sejarah sekaliber Ibn Jarir Al-Thabari (310H) yang melahirkan karya monumental, Tari Al-Rusul wa al-Muluk,  tidak memiliki pilihan lain selain mengutip riwayat-riwayat akhbari dan menjadikannya sebagai referensi penting dalam beberapa bagian bukunya. Namun demikian At-Thabari mampu membingkainya dalam sebuah kerangka metodologi penulisan yang  tegas dan cerdas, yakni mencantumkan semua sanad (para perawi) riwayat akhbari. Sehingga ia membuka jalan bagi setiap pembaca bukunya untuk menakar riwayat-riwayat sejarah akhbari yang tendensius dan tidak logis dengan metode kritik riwayat yang tentu sangat familier pada masanya- sekaligus menolak dirinya dicatut sebagai sumber riwayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperlakukan buku-buku sejarah klasik, hendaknya tidak menjadikan sebagai rujukan final dan dianggap sebagai kerangka sejarah sejarah Islam yang telah eksis. Melainkan seperti yang dinyatakan Muhibbuddin al-Khatib,” sebagai materi yang sangat kaya untuk dikaji dan diteliti sampai berhasil membangun kerangka sejarah kita darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah jangan diperlakukan lagi sebagai kumpulan fakta dan data dan tidak menjadi tumpukan dokumentasi masa lalu. Tetapi kita harus mampu menjadikan sejarah sebagai pelajaran berharga dalam bentuk rangkaian aturan-aturan Allah (sunnatullah) yang sangat efektif membantu menemukan jalan menuju kemajuan beradaban dan menghindari kesalahan-kesalahan generasi masa lalu. Pelajaran selalu terkandung dalam setiap pelajaran sejarah, tapi Al Qur’an memberi syarat yang sangat ketat agar pelajaran itu dapat dikuasai dan berfungsi semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan buku referensi sejarah dan peradaban  Islam di sekolah-sekolah, terutama yang menjadi panduan pada universitas negeri Islam di Indonesia, ternyata memiliki banyak permasalahan.Dalam pemaparannya, narasumber mengungkapkan beberapa permasalahan seperti  pada perang Jamal di katakan bahwa Aisyah ditangkap dan ditawan oleh Ali. Padahal jika Aisyah benar-benar menjadi tawanan perang, maka statusnya menjadi budak, dan itu tidak mungkin terjadi.  Ali pada saat itu juga melarang untuk mengambil harta rampasan pada saat perang Jamal.  Salah satu permasalahan lainnya dalam buku-buku itu adalah penggambaran khalifah Utsman yang dianggap Nepotisme dan digambarkan sebagai sosok yang lemah dan tidak tegas. Hal itu merupakan masalah tersendiri yang perlu diluruskan dengan menulis ulang sejarah Islam. Belum lagi upaya-upaya untuk mencitrakan bahwa sejarah dan peradaban Islam penuh dengan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pelurusan sejarah dan penulisan ulang sejarah Islam ini merupakan tantangan tersendiri, tetapi bukan mustahil. Muhibbuddin al-Khatib menjamin upaya ini sangat mungkin ditempuh dan mudah, asalkan asbabnya terpenuh, yakni memiliki kemampuan yang mmemadai untuk menilai kuat dan lemahnya sumber-sumber sejarah, dan kecerdasan yang mumpuni yang menyimpulkan fakta kejadian sebenarnya, sehingga dapat mengabil sumber berita yang bendar dan memisahkannya dari tambahan-tambahan fiktif. Dan tentunya interpretasi terhadap sejarah tersebut harus dilakukan oleh orang-orang yang takut. Yaitu takut yang tumbuh dari keyakinan dan pengetahuan mendalam terhadap sunnah-sunnah Allah, seperti ulama, atau Uli al-abshar dan Uli al-Albab, yaitu orang-orang yang mampu menggabungkan kekuatan takwa dengan kecerdasan Intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya umat bangga dengan kegemilangan sejarahnya yang terlalu sulit dicari tandingan dalam sejarah umat mana pun, lalu menjadikannya inspirasi yang sangat berharga guna tampil kembali di pentas peradaban dunia dengan membawa nilai-nilai luhur risalah yang tidak banyak disadari oleh manusia masa kin, bahwa disanalah solusi yang selama ini mereka dambakan untuk mengatasi krisis kemanusian yang kian rumit dan kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Disarikan dari diskusi mingguan Insists dan Makalah yang dipaparkan oleh Asep Sobari, LC&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.istaviz.info/"&gt;http://www.istaviz.info&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-3969489052797175300?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/3969489052797175300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=3969489052797175300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/3969489052797175300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/3969489052797175300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/06/menulis-ulang-sejarah-islam.html' title='MENULIS ULANG SEJARAH ISLAM'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-5772163234096047345</id><published>2008-05-09T20:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-09T20:47:48.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Mengenal Al Qur'an (Ma'rifatul Qur'an)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;MENGENAL AL QUR'AN (MA’RIFATUL QUR’AN)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;oleh : Najma Syira&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;A.     TA’RIFUL QUR’AN (PENGERTIAN AL QUR’AN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian  Al Qur’an :&lt;br /&gt;Para ulama menyebutkan definisi Qur’an adalah : “Kalam atau Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi  Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam , yang pembacaannya merupakan suatu ibadah.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Bila di sebut nama Al Qur’an, ia mengandung beberapa haketkat seperti kalamullah, mu’jizat, diturunkan kepada hati nabi, disampaikan secara muttawir dan membacanya adalah ibadah.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;1.      Kallamullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an merupakan Kalam atau Firman Allah. Dia bukan makhluk, seperti yang diyakni oleh aliran Mu’tazilah, atau perkataan Muhammad sebagaimana yang digembar-gemborkan orientalis. Al Qur’an  benar-benar diturunkan dari sisi Allah SWT sebagaimana firman Allah dalam  surat  Naml : 6.&lt;br /&gt;” Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al-Qur’an dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalam adalah wasilah (sarana) untuk menerangkan sesuatu berupa ilmu pengetahuan, nasihat atau berbagai kehendak, lalu memberikan perkara itu kepada orang lain. Allah bersifat dengan sifat kalam, sebagaimana Allah SWT berbicara dengan dengan Nabi Musa dan Nabi Muhammad pada malam mikraj dan Allah akan berbicara dengan banyak hamba-Nya pada hari kiamat kelak.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Qaradhawi menyatakan bahwa seratus persen lafazh dan makna Al Qur’an bersumber dari ilahi, yang diwahyukan kepada Rosul dan Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, lewat wahyu yang jelas, dibawa turun seorang utusan dari jenis malaikat, yaitu, Jibril, kepada seorang utusan dari jenis manusia. Al-Qur;an merupakan roh Rabbani, yang dengannya akal dan hati menjadi hidup, sebagaimana ia merupakan dustur Ilahi yang mengatur kehidupan individu dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat  Al Qur’an disusun dengan rapih dan dijelaskan secara terperinci (QS. Hud : 1) dan Al Qur’an itu telah turun dengan membawa kebenaran (QS Al Isra : 105). Ia merupakan wahyu dengan perintah dari Allah SWT kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya (An-Nahl : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Mu’jizat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap nabi yang diturunkan Allah memiliki mu’jizat sebagai tanda kenabiannya sesuai dengan jaman dan kebutuhan masyarakat waktu itu.&lt;br /&gt;Mu’jizat adalah sesuatu hal yang luar biasa yang disertai tantangan dan selamat dari perlawanan.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Allah selalu menantang setiap kaum dengan sesuatu yang mereka kuasai dan mereka banggakan.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  Mu’jizat ini ada yang bersifat empirik dan ada yang bersifat aqliah. Kebanyakan mu’jizat bani israel bersifat empirik, dan mu’jizat nabi umat Muhammad bersifat Aqliah.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sebagaimana mu’jizat nabi Musa adalah tongkat yang bisa berubah menjadi ular, karena penduduk mesir dan Fir’aun penguasa mereka, sangat mengagung-agungkan sihir.&lt;br /&gt;Sedangkan syariat Islam bersifat abadi dan universal, maka mu’jizatnyapun bersifat ’aqliah dan abadi agar dapat disaksikan oleh orang-orang yang mempunyai pikiran. Terbukti  ribuan tahun setelah turunnya Al Qur’an, mu’jizat itu tidak berubah. Umat manusia di era milenium ini, semakin menghargai budaya intelektual , mencintai ilmu pengetahuan apakah dalam bentuk sastra, tulisan ilmiah, atau lainnya.  Ini semakin membuktikan kekekalan mu’jizat Al Qur’ani yang berlaku sepanjang masa.  Al Ghazali menyatakan bahwa  kekalnya mu’jizat yaitu adanya kontinuitas ketidakmampuan manusia untuk membuah hal serupa.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  Sebagaimana Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;”Bahkan mereka mengatakan, ’Muhammad telah membuat-buat Al Qur’an itu’. Katakanlah, ’ (kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kalian sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kalian memang orang-orang yang benar.” (QS Hud : 13)&lt;br /&gt;Mu’jizat Al Qur’an mencakup banyak hal. Muhammad Quthb membaginya menjadi mu’jizat dalam hal Bayan (atau cara penyampaian), dakwah, pendidikan, syariah dan Iptek.  Yusuf Al-Qaradhawi berpendapat bahwa kemukjizatan Al Qur’an ada dua macam, yaitu mu’jizat yang memiliki unsur material yang dapat ditangkap indra, dan mu’jizat yang memiliki unsur sastra dan Akal.  Harun Yahya menerbitkan buku dan cd/ audio-video yang membahas mu’jizat Al Qur’an dari segi  ilmu pengetahuan , dan masih banyak penelitian-penelitian ilmiah di abad 19 dan 20 yang makin membuktikan mu’jizat Al Qur’an yang dulu tidak pernah diketahui sebelumnya.  Berikut adalah beberapa mu’jizat Al Qur’an ditinjau dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’jizat dari Segi Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an jalinan huruf-hurufnya serasi, ungkapannya indah, uslub(gaya bahasa)nya manis, ayat-ayatnya teratur, serta memperhatikan situasi dan kondisi dalam berbagai macam bayannya, baik dalam jumlah ismiah dan fi’liah-nya, dalam nafi dan isbat-nya, dalam zikr dan harf-nya, dalam tankir dan ta’rifnya, dalam taqdim dan ta’khirnya, dalam itnab dan ijaz-nya, dalam umum dan khususnya, dalam mutlaq dan muqayyad-nya, dalam nass dan fahwa-nya, maupun dalam hal lainnya. Dal hal-hal tersebut dan yang serupa Qur’an telah mencapai puncak tertinggi yang tidak sanggup kemampuan bahasa manusia untuk menghadapinya.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  Al Qur’an memuat segala bentuk susunan bahasa yang terbaik, maka ia tidk bisa dikatan risalah, khithabah, sya’ir atau sajak. Ia hanya bisa dikatan Kalam  Allah. &lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kemukjizatan Tasyri’ (perundang-undangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an memulai dengan pendidikan individu, karena individu merupakan batu-bata masyarakat, dan menegakan pendidikan individu itu di atas penyucian jiwa dan rasa pemikulan tanggung jawab. Al Qur’an menyucikan jiwa manusia dengan akidah tauhid, agar terbebas dari penghambaan terhadap makhluk, dan hanya menghamba kepada Allah SWT. Dengan perintah sholat, puasa, zakat dan haji, semuanya merupakan latihan untuk mengasah jiwa dan mengendalikan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pendidikan individu, Islam berpindah kepada pembangunan keluarga, sebagai benih dari sebuah masyarakat. Semua diatur dalam Islam bagaimana pernikahan, mendidik anak, memperlakukan istri dan banyak lagi tuntunan lainnya. Dan terakhir Islam juga memiliki sistem pemerintahan, yang mengatur masyarakat Islam, dan Al Qur’an telah menetapkan kaidah-kaidah pemerintahan Islam ini, dalam bentuk yang paling ideal dan baik, yaitu pemerintahan yang didasarkan musyawarah, persamaan dan larangan kekuasaan individual. &lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kemukjizatan Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi ilmiah, berikut dikutip dari karya Harun Yahya, dalam www.keajaibanalquran.com .&lt;br /&gt;Bidang Astronomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_origin_universe.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_origin_universe.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PENCIPTAAN ALAM SEMESTA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kesimpulan yang dicapai oleh astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, bersamaan dengan dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada akibat suatu peristiwa ledakan raksasa yang terjadi di saat dimensi waktu belumlah ada...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_expansion_universe.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_expansion_universe.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;MENGEMBANGNYA ALAM SEMESTA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam Al Qur'an, yang diturunkan sekitar 14 abad silam, di saat ilmu astronomi masih sangat terbelakang, mengembangnya alam semesta telah dinyatakan…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_separation.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_separation.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PEMISAHAN LANGIT DAN BUMI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika kita membandingkan pernyataan dalam ayat-ayat Al Qur'an dengan berbagai penemuan ilmiah, maka kita akan menemukan bahwa keduanya bersesuaian satu sama lain…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_orbits.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_orbits.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;GARIS EDAR&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di masa ketika Al Qur'an diturunkan, mustahil dapat disimpulkan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar", sebagaimana dinyatakan dalam ayat…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_round.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_round.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;BENTUK BULAT PLANET BUMI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di masa lalu diyakini bahwa bumi berbentuk bidang datar. Akan tetapi ayat-ayat Al Qur'an telah berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_roof.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_roof.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ATAP YANG TERPELIHARA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sistem sempurna berada dan bekerja jauh di atas Bumi. Sistem ini melingkupi bumi kita dan melindunginya dari bahaya luar angkasa. Berabad-abad lalu, Allah telah memberitakan hal ini kepada kita dalam Al Qur'an…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_returning.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_returning.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;LANGIT YANG MENGEMBALIKAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ayat ke-11 dari Surat 86 dalam Al Qur'an merujuk pada fungsi "mengembalikan atau memantulkan" dari langit…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bidang Fisika&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics_iron.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics_iron.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;RAHASIA BESI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam sebuah ayat di surat 57, Allah Yang Maha Kuasa merujuk tentang pembentukan unsur besi, dan memperlihatkan keajaiban ilmiah dengan kode matematis yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics_pairs.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics_pairs.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PENCIPTAAN YANG BERPASANG-PASANGAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kini, makna ayat Al Qur'an yang menyatakan tentang hal tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics_relativity.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics_relativity.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;RELATIVITAS WAKTU&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Relativitas waktu dikemukakan melalui teori relativitas Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia tidak mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Bumi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_layers.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_layers.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;LAPISAN-LAPISAN ATMOSFER&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kata "langit", yang muncul di banyak ayat Al Qur’an, digunakan untuk merujuk pada langit di atas Bumi, serta keseluruhan alam semesta. Dengan arti kata ini, terlihat bahwa langit Bumi, atau atmosfirnya, tersusun atas tujuh lapisan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;FUNGSI GUNUNG&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Al Qur’an mengarahkan perhatian manusia pada fungsi geologis sangat penting dari gunung. "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…" (QS. Al Anbiyaa’, 21:31)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_winds.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_winds.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ANGIN YANG MENGAWINKAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam Al Qur’an dikemukakan bahwa tahap pertama pembentukan hujan melibatkan angin. Hingga awal abad ke-20, belumlah diketahui bahwa angin memegang peran penentu dalam pembentukan hujan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_seas.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_seas.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;LAUTAN YANG TIDAK BERCAMPUR SATU SAMA LAIN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Para ahli kelautan baru-baru saja menemukan bahwa lautan yang ada memiliki sifat tidak dapat bercampur satu sama lain sama sekali...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_darkness.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_darkness.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KEGELAPAN DAN GELOMBANG DI DASAR LAUT&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tidak ada cahaya apa pun yang memasuki kedalaman 1000 meter di bawah permukaan laut. Fakta ilmiah ini dinyatakan dalam Al Qur’an surat 24 ayat ke-40 sekitar 1400 tahun yang lalu…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_rain.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_rain.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KADAR HUJAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Satu di antara sekian informasi tentang hujan yang diberikan Al Qur’an adalah bahwa hujan diturunkan ke Bumi dengan kadar yang tepat. Kadar yang ditetapkan pada hujan ini sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_formationofrain.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_formationofrain.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PEMBENTUKAN HUJAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setiap tahap pembentukan hujan disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an. Di samping itu, tahapan-tahapan ini dijelaskan persis dalam urutan yang tepat...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_movements.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_movements.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PERGERAKAN GUNUNG&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam Al Qur’an, Allah merujuk peristiwa bergeraknya gunung-gunung sebagai pergeseran atau perjalanan awan. Kini, para ilmuwan modern juga menggunakan istilah "Pergeseran Benua" bagi gerakan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang Biologi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_01.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_01.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;BAGIAN OTAK YANG MENGENDALIKAN GERAK KITA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan telah mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi tertentu otak, terletak di bagian depan tulang tengkorak...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_02.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_02.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KELAHIRAN MANUSIA &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Langit, hewan, dan tumbuhan secara bergantian disebutkan sebagai bukti-bukti keberadaan dan kekuasaan Allah bagi manusia. Dalam banyak ayat, manusia diseru untuk memalingkan perhatian mereka pada penciptaan diri mereka sendiri...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_03.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_03.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;SETETES MANI &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_04.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_04.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;CAMPURAN DALAM AIR MANI &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam Al Qur'an, dijelaskan bahwa air mani merupakan cairan yang berupa campuran dari berbagai zat. Fakta ini telah dibenarkan oleh ilmu pengetahuan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_05.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_05.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;JENIS KELAMIN BAYI &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan secara bersama-sama oleh sel sperma pria dan sel telur wanita. Akan tetapi kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin pria atau wanita ditentukan "dari air mani, apabila dipancarkan"...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_06.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_06.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;SEGUMPAL DARAH YANG MENEMPEL PADA RAHIM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada tahap awal pembentukannya, bayi dalam rahim ibu berbentuk zigot yang menempel pada rahim agar dapat menghisap sari-sari makanan dari darah ibu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_07.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_07.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PEMBUNGKUSAN TULANG OLEH OTOT&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dinyatakan dalam sejumlah ayat Al Qur'an bahwa dalam rahim ibu, kerangka bayi terbentuk pada awalnya, dan kemudian otot-otot tumbuh dan membungkus tulang-belulang ini...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_08.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_08.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;TIGA TAHAPAN BAYI DALAM RAHIM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu melalui proses yang terdiri atas tiga tahap...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_09.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_09.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;AIR SUSU IBU &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Air susu ibu adalah sebuah campuran sempurna ciptaan Allah yang tak tertandingi. Air susu ini merupakan sumber makanan paling istimewa bagi bayi yang baru lahir, dan zat yang meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_10.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology_10.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;TANDA PENGENAL MANUSIA PADA SIDIK JARI &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan kembali manusia setelah kematian mereka, sidik jari manusia ditegaskan secara khusus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang Futururologi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/aboutfuture01.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/aboutfuture01.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR'AN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Keajaiban lain dari Al Qur'an adalah diungkapkannya sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan. Ayat ke-27 surat 48, misalnya, memberi kabar gembira pada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menduduki kota Mekkah, yang kala itu masih dikuasai kaum musyrikin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/aboutfuture02.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/aboutfuture02.html"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KEMENANGAN BYZANTIUM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Satu lagi pernyataan tentang kejadian masa depan yang diberitakan Al Qur'an dapat dijumpai di ayat pertama surat 30. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa kendatipun telah mengalami kekalahan besar, Kekaisaran Bizantium dalam waktu dekat akan memperoleh kemenangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Diturunkan kepada Hati Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman  dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan, Sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa  turun oleh Ar-Ruhl-Amin (Jibril), ke dalam hati hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan Bahasa Arab yang jelas.” (QS Asy-Syuara : 192 -195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah penerimaan wahyu pertama oleh Rosulullah di Gua Hira’ mengisyratkan betapa berat urusan itu diterima sehingga beberapa kali Rasul dipeluk oleh Jibril. Proses Al Qur’an diturunkan langsung oleh Jibril kepada Rasulullah.Kemudian setiap ayat yang diturunkan dihafal oleh beliau sehingga sempurna menjadi sebuah Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;4.      Disampaikan secara Mutawatir&lt;br /&gt;Turunnya Al Qur’an&lt;br /&gt;”Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Qur’an) pada malam lailatul qadar.” (QS Al-Qadr : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, para ulama mempunyai dua mazhab pokok. Mazhab pertama, yaitu pendapat Ibn Abbas dan sejumlah ulama serta dijadikan pegangan oleh umumnya ulama. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke Baitul ’Izzah di langit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya. Kemudian sesudah itu Al Qur’an diturunkan kepada Rosul kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam secara bertahap selama dua puluh tiga tahun. Sedangkan mazhab kedua yaitu yang diriwatkan oleh Asy-Sya’bi disebutkan bahwa pada permulaannya Al Qur’an diturunkan pada malam lailatul qadar di bulan Ramadhan. Kemudian turunnya setelah itu bertahap sesuai dengan kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang lebih dua puluh tiga tahun.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Metode Pengajaran Al Qur’an&lt;br /&gt;Sejarah tidak selalu bersahabat dengan Kitab suci. Injil asli Nabi ‘Isa (Jesus), sebagaimana akan kita lihat kemudian, telah lenyap sejak awal clan diganti dengan karya penulis yang tidak memiliki hubungan keilmuan dengan sumber pertama; demikian pula dengan kitab perjanjian lama yang telah mengalami penderitaan begitu kronik karena tidak adanya perhatian. Hal itu sama sekali bertentangan dengan kitab Al-Qur'an yang diberkahi dengan penyebaran yang begitu cepat ke seluruh Jazirah Arab sejak kehidupan Nabi Muhammad, yang disebarkan oleh para sahabat yang secara langsung men&amp;shy;dapat pengajaran dari Nabi Muhammad sendiri. Adanya para huffaz memberi saksi atas kesuksesan dalam hal ini. &lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Rekaman dan Penulisan Al Qur’an&lt;br /&gt;Menurut M.M. A’Zami, rekaman dan penulisan Al Qur’an di bagi menjadi dua periode, yaitu Periode Mekah dan Periode Madinah. Bukti penulisan pada Periode Mekah salah satunya dapat ditemukan dalam cerita masuknya Umar Bin Khatab di kitab sirah dari Ibn Hisham. Dalam cerita itu pada saat Umar pergi menemui saudara iparnya, saat itu  khaba (saudara iparnya) sedang membaca surat Thaha yang ditulis di atas  kulit.  Begitu juga Al-Kattani mencatat bahwa sewaktu Rafi` bin Malik al-Ansari menghadiri baiah al-'Aqaba, Nab! Muhammad menyerahkan semua ayat-ayat yang diturunkan pada dasawarsa sebelumnya. Ketika kembali ke Madinah, Rafi` mengumpulkan semua anggota sukunya dan membacakan di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Periode Madinah, penulisan Al Qur’an lebih terorganisir. Pada periode Madinah terdapat sejumlah nama, lebih kurang enam puluh lima sahabat yang ditugaskan oleh Nabi Muhammad bertindak sebagai penulis wahyu. Mereka adalah Abban bin Sa'id, Abu Umama, Abu Ayyub al-Ansari, Abu Bakr as-Siddiq, Abu Hudhaifa, Abu Sufyan, Abu Salama, Abu 'Abbas, Ubayy bin Ka'b, al-Arqam, Usaid bin al-Hudair, Aus, Buraida, Bashir, Thabit bin Qais, Ja` far bin Abi Talib, Jahm bin Sa'd, Suhaim, Hatib, Hudhaifa, Husain, Hanzala, Huwaitib, Khalid bin Sa'id, Khalid bin al-Walid, az-Zubair bin al-`Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Thabit, Sa'd bin ar-Rabi`, Sa'd bin `Ubada, Sa'id bin Sa`id, Shurahbil bin Hasna, Talha, `Amir bin Fuhaira, `Abbas, `Abdullah bin al-Arqam, `Abdullah bin Abi Bakr, `Abdullah bin Rawaha, `Abdullah bin Zaid, `Abdullah bin Sa'd, 'Abdullah bin 'Abdullah, 'Abdullah bin 'Amr, 'Uthman bin 'Affan, Uqba, al&amp;shy;'Ala bin 'Uqba, 'All bin Abi Talib, 'Umar bin al-Khattab, 'Amr bin al-'As, Muhammad bin Maslama, Mu'adh bin Jabal, Mu'awiya, Ma'n bin 'Adi, Mu'aqib bin Mughira, Mundhir, Muhajir, dan Yazid bin Abi Sufyan. &lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn15" name="_ftnref15"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Saat wahyu turun, Nabi Muhammad secara rutin memanggil para penulis yang ditugaskan agar mencatat ayat itu dan Nabi Muhammad melarang orang-orang menulis sesuatu darinya kecuali Al-Qur'an.  Beliau ingin agar Al-Qur'an dan hadith tidak ditulis pada halaman kertas yang sama agar tidak terjadi campur aduk serta kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompilasi Tulisan Al Qur’an&lt;br /&gt;Kompilasi tulisan Al Qur’an tidak sama dengan penulisan Al Qur’an. Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya bahwa tradisi penulisan itu telah dimulai dari awal kemunculan Islam sampai beliau wafat. Tetapi kemudian setelah beliau wafat dan adanya perang  Al Yamamah pada tahun 12 Hijriah, dimana sebanyak tujuh puluh qari  terbunuh. Hal itu membuat Umar bin Khatab merasa khawatir dan mengusulkan kepada khalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan dan membukukan Al Qur’an.   Khalifah Abu Bakar memberikan penugasan kepada Zaid bin Tsabit untuk mengupulkan atau mengkompilasi tulisan-tulisan Al Qur’an yang tersebar di kalangan para sahabat  Zaid bin Tsabit adalah sahabat yang memiliki keunggulan dalam masalah qira’at, penulisan, pemahaman dan kecerdasan dan kehadirannnya pada pembacaan yang terakhir kali.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn16" name="_ftnref16"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Ayat Al Qur’an yang telah terkumpul diverifikasi melalui tulisan-tulisan yang memiliki tingkatan yang sama, dan juga harus dihadirkan dua orang saksi. Kemudian tulisan tersebut juga harus diverifikasi lagi  dengani hafalan para sahabat yang belajar langsung dari Rosulullah. Kemudian Abu Bakr menjelajah keseluruh Madinah dan menyusunnya untuk transkripsi penulisan ke dalam satu jilid besar (master volume).  Hasil kompilasi itu disebut dengan istilah Suhuf. Suhuf tersebut di simpan dalam arsip kenegaraan dibawah pengawasan Abu Bakr&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn17" name="_ftnref17"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Kemudian suhuf itu berpindah ke tangan Umar, dan setelah wafat, disimpan oleh Hafsah, putri dari Umar bin Khatab. &lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn18" name="_ftnref18"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushaf Ustmani&lt;br /&gt;Pada masa khalifah Ustaman bin Affan, wilayah kekuasaan Islam sudah mencapai wilayah utara, yaitu Armenia dan Azerbaijan. Oleh karena keragaman orang yang mempelajari Qur’an, membuat banyak umat muslim yang menggunakan dialeknya masing-masing untuk belajar Al Qur’an, karena sulit secara spontan merubah dialeknya masing-masing. Adanya perselisihan tentang dialek yang digunakan dalam Al Qur’an. Sebagai akibatnya terdapat berbagai perselisihan dan kerancuan dalam menyebutkan huruf Al Qur’an di kalangan masyarakat muslim.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn19" name="_ftnref19"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang khalifah memutuskan untuk meminjam suhuf dari Hafsah dan menyalinnya menjadi beberapa mushaf, kemudian mengirimnya ke wilayah-wilayah Islam, dan memerintahkan membakar mushaf lainnya dibakar.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn20" name="_ftnref20"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;br /&gt;Dr. MM. Al-Azami dalam bukunya History of Qur’anic Text, menjelaskan bahwa ketika Khalifah Utsman bin Affan  mendengar adanya perselisihan dalam hal bacaan Al Qur’an membuatnya segera membentuk panitia sebanyak dua belas orang untuk mengumpulkan Al Qur’an secara Indipenden. Kedua belas orang itu adalah : (1) Sa'id bin al-'As bin Sa'id bin al-'As untuk dibaca ulang;" dia menambahkan (2) Nafi' bin Zubair bin `Amr bin Naufal. Yang lain termasuk (3) Zaid bin Thabit, (4) Ubayy bin Ka'b, (5) 'Abdullah bin az-Zubair, (6) 'Abrur-Rahman bin Hisham, dan (7) Kathir bin Aflah. Ibn Hajar menyebutkan beberapa nama lain: (8) Anas bin Malik, (9) ' Abdullah bin 'Abbas, dan (10) Malik bin Abi 'Amir.&lt;/span&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:C:/DOCUME~1/USER~1/LOCALS~1/Temp/Temporary%20Directory%205%20for%20sejarahteksalquran.zip/sejarahteksalquran.chm::/I_bab07_00.htm#n12#n12"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Dan al-Baqillani menyebutkan selebihnya (11) 'Abdullah bin `Umar, dan (12) `Abdullah bin 'Amr bin al-'As.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsmam bersama panitia tersebut melakukan penyusunan seluruh tulisan yang ada dari kalangan sahabat dan masyarakat. Kemudian mereka membandingkannya dengan suhuf yang ada pada Aishah. Terakhir, kompilasi tersebut dibandingkan oleh suhuf yang ada di tangan Hafsah, dan teryata tidak ada perbedaan di antara keduannya, maka Suhuf tersebut dikembalikan kepada Hafsah. Khalifah  Utsman memperbanyak Mushaf  tersebut  dan memerintahkan untuk membakar seluruh teks-teks Qur’an lainnya, guna menghindari perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Al Qur’an di hapal dan ditulis kemudian di kompilasikan oleh para Sahabat, merupakan bukti bahwa Allah SWT akan senantiasa menjaga ke otentikan isinya sampai akhir jaman, melalui orang-orang pilihan-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat Al Qur’an surat Al-Hijr, ayat 9 :&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Membacanya adalah Ibadah&lt;br /&gt;Allah berfirman  dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakan sebagian rezeki yang Kami anugrahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak sia-sia. Agar Allah meyempurnakan pahalanya kepada mereka  dan menambah karunia-Nya Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Fatir : 2-30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca Al Qur’an, manusia akan mendapat ganjaran dari Allah berupa pahala dan juga karunianya. Diriwayatkan oleh  Aisyah r.a, Rosulullah bersabda : ”Orang yang membaca Al Qur’an sedangkan dia seorang yang mahir, maka dia akan bersama malaikat safarah yang menghitung amalan kebaikan lagi berbuat kebajikan. Siapa yang membaca Al Qur’an dalam keadaan tergagap-gagap dan sukur, maka dia akan memperoleh dua ganjaran (hadits riwayat Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     ASMAUL QUR’AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an, Allah telah menyebut Al Qur’an dengan berbgai nama. Dengan memahami nama-nama ini, akan menghapus prangsangka bahwa Al Qur’an itu tidak berbeda dengan kitab lainnya.&lt;br /&gt;1.      Al-Kitab&lt;br /&gt;”Aliif Laam Miim. Itulah Al-Kitab. Tidak ada keraguan padanya.”&lt;br /&gt;(QS Al Baqarah :2)&lt;br /&gt;2.      Al Huda (Petunjuk)&lt;br /&gt;”Aliif Laam Miim. Itulah Al-Kitab. Tidak ada keraguan padanya.  Petunjuk bagi orang-orang yang muttaqin” (QS. Al Baqarah : 2)&lt;br /&gt;3.      Furqon (Pembeda)&lt;br /&gt;”Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqoon (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringantan kepada seluruh alam.” (QS Al Furqan : 1)&lt;br /&gt;4.      Ar Rahman&lt;br /&gt;”Kami menurunkan daripada Al Qur’an itu apa yang sebagai syifa’ dan rahmat kepada orang-orang yang beriman.” (QS Al Isra’ : 82)&lt;br /&gt;5.      Ruh&lt;br /&gt;”Demikianlah kami mewahyukan kepada engkau suatu ruh (Al Qur’an yang menghidupkan hati) dari perintah kami.”(Asy-Syura : 52)&lt;br /&gt;6.      As-Syifa (obat)&lt;br /&gt;”Wahai manusia, telah datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dan menyembuhkan apa yang ada di dalam (dada) hati, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(QS Yunus : 57)&lt;br /&gt;7.      Al-Haq (kebenaran)&lt;br /&gt;”Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu.” (QS Al Baqarah : 147)&lt;br /&gt;8.      Al Bayan (penerang)&lt;br /&gt;”Qur’an ini adalah keterangan untuk manusia, petunjuk dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran : 138)&lt;br /&gt;9.      Al Muidhoh (pengajaran)&lt;br /&gt;” Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an (bagi manusia) sebagai pelajaran, maka adakah orang-orang yang mau mengambil pelajaran ? (Al Qamar : 17)&lt;br /&gt;10. Adzikru (pemberi peringatan)&lt;br /&gt;” Sesungguhnya Kami telah turunkan Adz-Dzikra (peringatan) dan sesungguhnya Kamilah yang memeliharanya.”(QS Al Hijr : 9)&lt;br /&gt;11. Busyro (berita gembira&lt;br /&gt;”Dan Kami turunkan kepada engkau Kitab Qur’an untuk menerangkan segala sesuatu dan menjadi petunjuk dan rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang Islam.” (QS An Nahl : 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    FUNGSI DAN TUJUAN AL QUR’AN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kedudukan atau fungi dari Al Qur’an, yaitu :&lt;br /&gt;Kitabul Naba wal Akhbar (Kitab berita dan kabar)&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an terdapat kabar berita tentang masa depan yaitu Yaumul Akhir, dan juga cerita-cerita masa lampau, seperti cerita nabi-nabi dan orang-orang sholeh dan juga kaum yang ingkar. Kita banyak mendapati di dalamnya tentang hal-hal yang ghoib, persoalan maut, kiamat dan kedasyatannya dan lain-lain. Berita-berita tentang masa lalu dapat digunakan sebagai ibrah, sedangkan berita tentang masa depan merupakan peringatan dan mendorong untuk lebih giat dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitabul Hukmi wa Syariat (Kitab hukum syariat)&lt;br /&gt;Al Qur’an juga berisi hukum-hukum syariat yang harus dijalankan untuk mewujudkan kemashalatan hidup manusia di dunia dan akhirat. Al Qur’an  Al Qur’an menerangkan hukum ke dalam empat sistem, yaitu ; bersikap tegas dan tidak memungkinkan adanya ijtihad, seperti sholat, zakat, puaa dan zina;  Tidak berapa terang, maksudnya memungkinkan timbul perbedaan dikalangan mujtahid; perintah-perintah; dan larangan-larangan Diantra keistimewaan syariat yang disebutkan di dalam Al Qur’an, bahwa ia merupakan syariat yang mudah dan sederhana, melepaskan dair belenggu dan beban seperti yang terjadi pada umat-umat sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn21" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn21" name="_ftnref21"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kitabul Jihad (Kitab Jihad)&lt;br /&gt;Al Qur’an menekankan beberapa persoalan penting dan salah satunya adalah masalah jihad. Al Qur’an menyeru umat muslim agar berjihad seperti menghindar dari melampaui batas, batas-batas jihad, kemulian bagi mujahidin, kecaman terhadap mereka yang tertinggal dari medan jihad, lari dari jihad, sistem jihad dan aturannya, sholat dan peperangan, peperangan dalam bulan haram, bai’ah, tawanan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitabut Tarbiyah (Kitab Tarbiyah)&lt;br /&gt;Al Qur’an mendidik jiwa-jiwa manusia menjadi jiwa-jiwa yang mempunyai kemuliaan diri, mandiri, bebas dari penghambaan sesame makhluk, bermasyarakat, beradab dan tahu nilai-nilai murni sebagai manusia yang berperan sebagai khairu ummah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minhajul Hayah (Pedoman Hidup)&lt;br /&gt;Allah memerintahkan agar manusia menerima Al Qur’an dengan tidak ragu-ragu, dan meyakini kebenarannya, sebagai petunjuk dan pedoman hidup.&lt;br /&gt;“Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil. (QS As-Sajdah : 23).&lt;br /&gt;Al Qur’an merupakan petunjuk, cahaya, tuntunan hidup manusia, yang akan menghantarkan setiap manusia dari kegelapan menuju terang, dari jahil menuju cahaya iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’jaz Ilmi&lt;br /&gt;Menurut Al Ghazali Ilmu-dalam artian akademis-bukanlah objek Al-Qur’an. Tetapi yang menjadi objek Al-Qur’an adalah manusia. Manusia merupakan objek formal dan ilmu merupakan objek material. Al Qur’an merupakan I’jaz ilmi karena ia menempatkan manusia ditengah etos ilmu dan membuka pintu-pintunya untuk mengkaji ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al Qur’an merupakan kitab yang berisikan petunjuk bagi manusia dengan banyak bukti yang diungkapkannya. Al-Qur’an tentang alam dan manusia sejalan dengan ilmu, sebab objek ilmu adalah alam dan manusia. Maka adanya keparalelan objek tersebut sejalan antara Al Qur’an dengan ilmu.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn22" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn22" name="_ftnref22"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Qaradhawi menjelaskan tujuan dari diturunkannya Al Qur’an adalah :&lt;br /&gt;§         Meluruskan aqidah dan berbagai persepsi&lt;br /&gt;§         Menetapkan kemuliaan manusia dan hak-haknya.&lt;br /&gt;§         Ibadah kepada Allah dan takwa kepada-Nya&lt;br /&gt;§         Mensucikan (tazkiyah) jiwa manusia&lt;br /&gt;§         Mmmbentuk rumah tangga yang adil terhadap wanita&lt;br /&gt;§         Membangun umat yang menjadi saksi atas kehidupan manusia&lt;br /&gt;§         Seruan ke alam manusia yang saling tolong menolong.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn23" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftn23" name="_ftnref23"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color:#000099;"&gt;REFERENSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’anul Qarim&lt;br /&gt;Al-Ghazali, Syaikh Muhammad, Berdialog dengan Al Qur’an, Mizan, Jakarta, 2001.&lt;br /&gt;Al-Qaradhawi, Yusuf, Bagaimana Berinteraksi dengan Al Qur’an, Al Kautsar, Cetakan Ke-4, Jakarta, 2006.&lt;br /&gt;Al-Qattan, Manna Khalil, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera Antarnusa, Cetakan ke-5, Jakarta, 2001.&lt;br /&gt;As-Suyuthi, Imam, Apa itu Al Qur’an, Gema Insani Press, Jakarta, 1989.&lt;br /&gt;Irwan Prayitno, Makrifatul Qur’an, Departemen Kaderisasi DPP Partai Keadilan, Jakarta, 2002.&lt;br /&gt;Quthb, Ahmad, Fenomena Kalam Ilahi, Jakarta, 2005.&lt;br /&gt;A’zami, M. Muhammad, Sejarah Text Al Qur’an – The History of Quranic Text, e-book.&lt;br /&gt;www.keajaibanalquran.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;CATATAN KAKI/ FOOTNOTE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Manna ‘ Khalil al-Qattan, 2001 : 4&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Iwan Prayitno, 2002 : 3&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ibid, hal 4&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Yusuf Al-Qaradhawi, 2006 :3 -4&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Qattan, 2001 : 371, demikian pula di sebutkan oleh Imam As-Suyuti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Muhammad Quthb, 2005 : x&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Imam As-Suyuthi, 1989 : 111&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Syaik Muhammad Al-Ghazali, 1999 : 176&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Qattan, 2001 : 382&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; As-Suyuthi, 1989 : 116&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Qattan, 2001 : 394-397&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Prayitno, 2002 : 8&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Qattan, 2001 : 145, 147&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Muhammad M. Al-A’zami, e-book&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref15" name="_ftn15"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al-A’Zami, ebook&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref16" name="_ftn16"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Qattan, 2001 :21&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref17" name="_ftn17"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al-A’Zami&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref18" name="_ftn18"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Qattan, 2001 : 22&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref19" name="_ftn19"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al-A’zami, ebook&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref20" name="_ftn20"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Qattan, 2001 : 24-25&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn21" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref21" name="_ftn21"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al-Qrdhawi, 2006 : 46&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn22" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref22" name="_ftn22"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al Ghazali,1999 :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn23" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4381318571596138200#_ftnref23" name="_ftn23"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Al-Qaradhawi, 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-5772163234096047345?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/5772163234096047345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=5772163234096047345' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/5772163234096047345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/5772163234096047345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/05/mengenal-al-quran-marifatul-quran.html' title='Mengenal Al Qur&apos;an (Ma&apos;rifatul Qur&apos;an)'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-3603388020991268782</id><published>2008-05-09T20:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T22:55:48.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Menghilangkan Prasangka Buruk Kepada Allah SWT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Menghilangkan Prasangka Buruk Kepada Allah SWT&lt;br /&gt;Oleh : Najma Syira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;                                         &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Aku berada pada sangkaan hamba-Ku tentang Aku.”   &lt;/span&gt;      &lt;/em&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara umat muslim saat ini yang selalu gelisah memikirkan masa depannya. Mereka merasa takut apa yang akan terjadi nanti, bagaimana nasib keluarga mereka, anak-anak mereka.  Mereka berangan-angan bahwa sesuatu yang buruk akan menimpa mereka, mereka menkhayalkan hal-hal negatif akan terjadi dengan mereka. Tanpa sadar mereka telah berpikir mendahului takdir dan berperasangka buruk kepada Allah SWT. Fenomena di atas sungguh mengkhawatirkan karena hal tersebut menunjukan rasa pesimis dan keimanan yang rendah terhadap Allah SWT. Padahal pikiran manusia ibarat pisau bermata dua. Tergantung bagaimana kita mengarahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memenuhinya dengan hal-hal negatif dan buruk, maka akan terlukalah diri kita. Kita akan hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan. Ketakutan akan menggerogoti semangat kita, lalu jika semangat kita sudah lemah, maka kita akan menjadi futur. Kita tidak akan yakin lagi kepada janji Allah SWT. Kita akan putus harapan dari rahmat Allah SWT, merasa Allah tidak memberikan jalan keluar terhadap masalahnya. Padahal sikap roja’ (pengharapan terhadap Allah) haruslah ditanamkan di dalam jiwa setiap muslim. Ketakutan  (khauf) hanya diperkenankan jika hal tersebut berkaitan dengan permasalahan agama dan akhirat , itupun harus tetap seimbang dengan pengharapan terhadap Allah. Allah sangat keras terhadap permasalahan ini, bahkan Nabi Muhammad bersabda dalam salah satu haditsnya :”Janganlah sekali-sekali salah seorang di antara kalian mati melainkan dia berbaik sangka kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan ketakutan  yang berhubungan dengan dunia dan permasalahannya,  Seorang muslim tidak boleh  khawatir berlebihan terhadap masalah dunia. Allah sudah mengingatkan kita bahwa dunia ini hanyalah senda gurau. Jangan cemas terhadapnya, karena dunia tidak ada apa-apanya di sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al An’Am : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.(Al Ankabut : 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu (Muhammad : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim hendaklah mampu mengendalikan pikirannya. Salah satu penyebab su’uzon adalah tidak mampu mengarahkan pikiran kepada hikmah, kepada hal-hal positif dibalik setiap kejadian. Menurut Harun Yahya dalam bukunya Bagaimana Seorang Muslim Berpikir, ketidakmampuan dalam mengendalikan pikiran ke arah yang baik akan mengakibatkan seorang sering kali merasa khawatir atau mengalami peristiwa-peristiwa yang sebenarnya belum terjadi seolah-olah telah terjadi dalam benaknya, dan terseret dalam kesedihan, kekhawatiran dan ketakutan. (Harun Yahya , 2001 : 27)&lt;br /&gt;Kemampuan untuk mengendalikan pikiran merupakan senjata untuk menguasai keterampilan hidup. Bahkan orang-orang non muslim giat mengadakan riset ilmiah dan mencari metode-metode efektif dalam  mengendalikan pikiran, yang memiliki kekuatan dasyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Adi W. Gunawan, otak kita yang luar biasa mempunyai kemampuan yang lebih hebat daripada super-komputer paling canggih yang ada di muka bumi. Sampai saat ini belum ada satu pun ahli yang mampu menghitung dan menetapkan batas maksimal kemampuan otak manusia. Dari penelitian terkini mengenai jaringan otak didaptkan data yang sangat mencengangkan. Otak manusia terdiri atas 100 miliar sel otak akhti dan 900 miliar sel otak pendukung. Jumlah total satu triliun otak dapat terkoneksi dengan satu hingga 20.000 sel lainnya. Hal inimengakibatkan kemungkinan terbentuknya jaringan kabel saraf sepanjang 9.600 kilometer dan mampu memproses 30 miliar bit informasi per detik melalui jaringan saraf yang sangat kompleks, sepanjang 160.000 kilometer. Sungguh luar biasa.  (Gunawan, 2005 : 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam otak manusia juga terdapat sebuah sistem yang disebut RAS atau Recticular Activating System. Sistem ini menghubungkan pikiran sadar dan bawah sadar yang mempunyai fungsi untuk menentukan apa yang menjadi fokus perhatian, menentukan seberapa besar tingkat intensitas perhatian, dan berapa lama perhatian itu diberikan.  Sebagai contoh misalnya suatu hari seseorang baru membeli baju berwarna merah, dan ia menggunakannya hari itu. Tiba-tiba sepanjang hari orang itu melihat banyak sekali orang memakai baju berwarna merah. Hal itu bukan karena banyak orang yang berpikiran sama dengannya,  tetapi karena baju baru ini ”penting” baginya, maka RAS dalam otaknya langsung tericu aktif kepada baju berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang tidak belajar mengendalikan apa yang menjadi pusat perhatiannya, maka ia tak  akan bisa mengontrol dirinya, sikapnya atau perilakunya. Apabila kita menanamkan hal negatif dalam pikiran kita, maka pikiran akan terfokus pada hal-hal buruk. Jika fokus pikiran adalah hal-hal buruk, akibatnya  kehidupan yang kita alami   benar-benar akan menjadi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan pikiran kepada hal-hal yang positif dapat mendorong seseorang menjadi lebih produktif dalam melakukan amal di dunia. Pikiran manusia harus di jauhkan dari angan-angan, khayalan kosong dan hal-hal negatif karena semua itu sumbernya tidak lain adalah dari syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”dan aku (syaitan) benar-benar kan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka ....” (QS An-Nisa : 119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an Allah memerintahkan manusia untuk memikirkan hal-hal yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupannya di dunia dan di akhirat. Mengarahkan pikiran untuk memikirkan sesuatu yang diperintahkan dalam Al Qur’an dapat mencegah manusia memikirkan hal-hal yang buruk yang berujung kepada perasangka buruk kepada Allah SWT. Menurut Harun Yahya, Al Qur’an  menyebutkan beberapa hal yang dianjurkan untuk dipikirkan oleh manusia  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk memikirkan tentang penciptaan alam semesta. (QS Al-Baqarah : 164)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk memikirkan sifat kehidupan manusia yang sementara. (QS Yunus : 24, Al Baqarah : 226)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk memikirkan nikmat-nikmat yang mereka milki. (QS Ar-Ra’ad : 3-4)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk berpikir bahwa seluruh alam semesta telah diciptakan untuk manusia. (QS Al-Jaatsiyah : 13, QS An-Nahl, 11-17,  Qaaf : 6-8)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk memikirkan tentang dirinya sendiri. (QS Ar-Ruum : 8)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk berpikir tentang akhlak yang baik. (QS Al An’aam : 152, An-Nahl : 90, An-Nuur, 24-27)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk berpikir tentang akhirat, hari kiamat dan hari penghisaban. (QS Ali Imran : 30, Shaad : 45-46, Muhammad : 18, Al-Qashas : 70)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk memikirkan makhluk hidup yang Dia ciptakan. (QS An-Nahl, 68-69)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk memikirkan adzab yang dapat secara tiba-tiba menimpanya. (QS Al-An’aam : 40/46/47, Yunus : 50, At-Taubah : 129, Al-Qashas : 43, Al-Qamar : 51, Al-A’raf : 130)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk memikirkan tentang Al Qur’an.(QS An-Nisa : 82, Al-Mu’minun : 68, Shaad : 29, Ad-Dukhan : 58, Al-Muddatsir : 54-55, Thaha : 113)&lt;br /&gt;Rasul-rasul Allah mengajak umatnya yang kurang dalam hal pemahaman untuk berpikir. (QS Al-An’aam : 50/ 80)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia berpikir untuk melawan pengaruh syaitan. (QS Al’A’raf : 200-202)&lt;br /&gt;Perintah Allah untuk mengarahkan orang yang diberi penjelasan tentang ajaran agama agar berpikir secara mendalam. (QS Thaha : 42-44)&lt;br /&gt;Allah mengajak manusia untuk berpikir tentang kematian dan mimpi. (QS Az-Zumar, 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, untuk menghilangkan prasangka buruk kepada Allah SWT, ada baiknya kita menyimak pesan di bawah ini :&lt;br /&gt;”Berbaik sangka kepada Allah adalah amalan dan ibadah hati yang sangat mulia, tidak sempurna iman seorang hamba kecuali dengannya. Karena prasangka baik adalah bentuk kemurnian tauhid dan kewajiban yan mesti ada di dalamnya... Tidak ada kedamaian hati yang dimiliki seorang hamba, tidak pula kebahagian jiwa yang bisa ia rasakan dalam kehidupan ini melebihi baik sangka. Karena dengan berbaik sangka, ia telah membebaskan dirinya dari gangguan pikiran yang membebani jiwanya, mengotori hati, dan membuat lelah fisiknya.” (Majalah Tarbawi, 2008 : 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi W. Gunawan dan Ariesandi Setyono, Manage Your Mind for Success, Elexmedia Komputindo, Jakarta, 2005.&lt;br /&gt;Harun Yahya, Bagaimana Seorang Muslim Berfikir (Deep Thinking), Rabbani Press, Jakarta, 2001.&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah, Minhajl Qashidin (Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk), Cetakan ketiga belas, Pustaka Al Kautsar, Jakarta : 2007.&lt;br /&gt;Majalah Tarbawi Edisi 175 Th. 9 Rabi’ul Awwal 1429 H/ 13 Maret 2008 M. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-3603388020991268782?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/3603388020991268782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=3603388020991268782' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/3603388020991268782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/3603388020991268782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/05/menghilangkan-prasangka-buruk-kepada.html' title='Menghilangkan Prasangka Buruk Kepada Allah SWT'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-68526118372347061</id><published>2008-03-13T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T22:52:46.073-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Power of Dream</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;POWER OF DREAM - KEKUATAN IMPIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan manusia  dengan tujuan. Penciptaan bumi dan langit, binatang melata, bakteri dan virus sekalipun diciptakan dengan suatu tujuan.     Lalu bagaimanakah kita menjalani hidup kita? apakah setiap hari kita bangun,  hanya menyibukan diri dengan tugas-tugas rutin,  tanpa tahu mengapa  dan kemana semua itu akan berujung.&lt;br /&gt;Bayangkan kita  pergi ke suatu tempat, tanpa tahu apa tujuan kita pergi ke tempat itu.  Sudah pasti kita akan bingung,  tidak tahu apa yang harus kita lakukan di tempat tersebut.   Jika kita tidak berani menetapkan tujuan, kita tidak akan menjadi apa-apa. Hidup akan sia-sia, karena kita hanya akan menjadi seorang pecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang besar yang telah mewarnai sejarah dengan keberhasilan-keberhasilannya dalam menciptakan perubahan, seperti  Nabi Muhammad , Mahatma Gandhi, Helen Keller, mereka  semua memiliki impian, Kesuksesan hidup dimulai dengan mimpi,  karena dengannya akan tercipta kekuatan yang menggerakan seluruh potensi dalam diri manusia. Begitu sering saya melihat saudara-saudara saya, teman-teman saya, bingung jika di tanya apa impiannya, apa visi dan misi hidupnya ? Mereka pasti akan menjawab. ”Ah, tidak usah dipikirkan, biar saja mengalir bagai air”. Benarkah demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andri Wongso salah satu motivator terbaik di Indonesia, yang bergelar SDTTTP (Sekolah Dasar Tidak Tamat Tetapi Sukses)  berpesan, miliki mimpi-mimpi yang positif dalam kehidupanmu, karena dengan kekuatan mimpi itulah hidup akan menggairahkan untuk dijalani. Dan siaplah berjuang dengan segenap usaha demi mewujudkan setiap impian kita dengan berani membayar harga.  Dalam meraih kesuksesan dalam bidang apapun, pertama-tama, kita harus berani bermimpi.  Stephen Covey berpendapat bahwa segalanya diciptakan dua kali. Ada ciptaan mental atau pertama, dan ciptaan fisik atau kedua.  Sebelum segala sesuatu menjadi nyata, seseorang harus mampu meng imajinasikan dalam pikirannya.  Sebelum pesawat terbang ada, Wright bersaudara mewujudkankannya dalam khayalan mereka, baru kemudian mereka bertindak untuk mewujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia harus memiliki impian. Tetapi impian  yang dimaksud adalah, mimpi yang memiliki daya dobrak, yang disebut cita-cita atau harapan,  dan bukan mimpi di siang bolong atau angan-angan. Ibnu Qudamah menjelaskan perbedaan harapan dan angan-angan. Menurutnya,  harapan adalah masa vakum untuk menanti sesuatu yang disenangi. Tetapi apa yang diharapkan akan terjadi itu, harus ada sebab yang menghasilkannya. Jika tidak ada sebab yang diketahui wujudnya dan tidak diketahui ketiadaannya, maka dinamakan angan-angan.  Mimpi, harus di sertai dengan usaha untuk mewujudkannya dan melihat realitas yang ada di depannya. Sedangkan angan-angan adalah keinginan yang tidak disertai tindakan. Ia hanya sekedar lintasan pikiran akan sesuatu yang disenangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ada dua orang pemuda yang  bermimpi ingin memiliki sebuah mobil. Pemuda pertama mencurahkan seluruh pikirannya, daya upaya,  untuk mewujudkan itu semua. Bagaimana mencari cara untuk mendapatkan uang, mencari informasi tentang tipe mobil yang inginkan, berapa harganya, dan spesifikasinya. Dia menyusun strategi, dia  bertindak untuk mewujudkannya.  Sebaliknya, pemuda B juga mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil.  Tetapi yang dilakukan pemuda ini adalah duduk berpangku tangan, tidak pernah bekerja lebih keras, tidak pernah bekerja lebih cerdas untuk menghasilkan uang dan membeli mobil yang diinginkannya.  Dia tidak pernah   membuat rencana atau apapun yang dapat menghantarkannya kepada impiannya itu. Dari ilustrasi di atas, keinginan  pemuda A memiliki mobil adalah harapan, cita-cita atau impian yang memiliki daya dobrak.  Sedangkan bagi pemuda B, impian itu adalah angan-angan, kebodohan atau  mimpi di siang bolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memiliki impian yang memiliki daya dobrak, seseorang harus menciptakan sebuah mimpi yang jelas,  spesifik dan detail, sehingga dapat divisualisasikan.  Semakin jelas sebuah mimpi, semakin mudah  ia menjadi kenyataan. Jika kita menetapkan impian yang abstrak, misalnya , ”saya bermimpi menjadi orang yang bahagia” . Pikiran anda akan memprosesnya. Apa yang dimaksud dengan bahagia ? Bahagia yang bagaimana ? pikiran kita sulit untuk memvisualisasikan  hal-hal yang sifatnya abstrak dan tidak jelas.  Lihatlah bagaimana Rosullullah mengajarkan kita  tentang hal itu.  Salah satunya adalah pada saat perang khandaq, Rosullah menggali parit, sedang tanahnya begitu keras. Untuk memotivasi para sahabat, Rosullah bersabda, ”Allah Maha Besar. Aku diberi kunci-kunci Syam. Demi Allah, aku benar-benar bisa melihat istana-istananya yang bercat merah saat ini..... aku diberi tanah persi. Demi Allah, saat ini pu aku bisa melihat istana Mada;in yang bercat putih.... aku diberi kunci-kunci Yaman. Demi Allah, dari tempatku ini aku bisa melihat pintu-pintu gerbang Shan’a.” Dan dikemudian hari, umat islam berhasil menaklukan Syam, Persi dan Yaman, dan kota-kota lainya di dunia. &lt;br /&gt;Terlepas dari bahwa beliau adalah Rosulullah yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki umatnya, tapi hal tesebut mengajarkan kepada kita, bahwa saat itu Rosul memberikan harapan, impian kepada para sahabat-sahabat. Rosul menciptakan gambaran yang jelas tentang mimpi itu  ke dalam pikiran para sahabat,  agar para sahabat memiliki semangat dalam mengatasi kesulitan-kesulitan di masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian seorang umat muslim, harus menembus  langit, menjangkau kehidupan sesudah kematian, bukan sekedar impian yang bersifat keduniaan. Impian tertinggi seorang muslim adalah bertemu dengan Allah di surga.   Tetapi, harus kita sadari bahwa impian tersebut sangat kompleks, dan sulit divisualisasikan oleh  pikiran kita. Walaupun kita mungkin bisa membayangkan (versi kita) tentang  kenikmatan surga, tapi mampukah akal menjangkau wujud Allah ? Jadi, seyogyanya, impian tersebut harus kita terjemahkan ke dalam bahasa sederhana, yang mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia.  Kita harus menetapkan impian trasenden kita dalam bingkai keduniaan yang lebih membumi sehingga mudah untuk divisualisasikan.  Misalnya kita bermimpi untuk  menjadi seorang  pengusaha sukses sehingga dapat berjihad dengan harta untuk kepentingan agama Allah. Atau bermimpi menjadi seorang penulis untuk menyampaikan kebenaran islam keseluruh dunia, dalam rangka meraih surga, dan masih banyak lagi. Impian yang jelas, kongkret semacam  itu,  lebih mudah untuk dimengerti oleh  pikiran bawah sadar kita dan akan menciptakan energi yang membuat kita  TAKE ACTION, alias bertindak dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita perlu mengasosiasikan mimpi-mimpi kita dengan kesenangan dan kepedihan.  Salah satu cara yang diperkenalkan Anthony Robbins dalam merubah perilaku seseorang agar dapat meraih impiannya adalah Neuro Associative Conditioning, yaitu  mengkaitkan cita-cita dengan suka dan duka atau kesenangan dan kepedihan. Dalam terapinya terhadap pasien-pasienya, beliau menyuruh mereka untuk memvisualisasikan dengan jelas, kesenangan yang akan diperoleh jika berhasil mewujudkan keinginannya itu. Semakin detail, maka semakin bagus. Dan bayangkan bagaimana jika mereka tidak berhasil mendapatkan impiannya itu. Visualisasikan duka, kesedihan, penderitaan yang akan dialami, sehingga tubuh anda merasakan ketakutan.  &lt;br /&gt;Sebenarnya, metode di atas bukan hal yang baru bagi umat islam. Dalam  Al Qur’an, Allah meberitakan kepada kita tentang surga dan neraka, mendeskripsikan kesenangan yang akan di dapat orang-orang beriman di dalam surga, dan kesengsaraan serta kepedihan neraka.  Mengapa Allah memberikan gambaran itu kepada kita ? Jawabannya adalah, agar manusia mampu membayangkan surga dan neraka sehingga mereka akan termotivasi untuk menjadi orang-orang sholeh, dan takut jika berada dalam kesesatan, karena kepedihan yang akan dirasakan dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi segara tetapkan impian anda, tekadkan untuk membayar berapapun harganya dan berdoalah dengan sungguh-sungguh.  Gambarkan dengan jelas dan detail impian tersebut dalam pikiran anda. Bayangkan kesenangan apa yang akan anda dapatkan jika anda mampu meraih impian anda tersebut, dan juga kesengsaraan jika anda tidak bisa mendapatkannya. Jika orang-orang non muslim telah mengetahui kekuatan impian sehingga mereka bisa berjaya dan sukses di segala bidang, mengapa kita orang-orang Islam, yang  memiliki keyakinan kepada Allah, tidak  memiliki impian-impian yang positif dalam kehidupan ini ?&lt;br /&gt;Jangan takut  bermimpi karena takut akan kegagalan. Allah merahasiakan takdir, agar kita dapat berpikir positif dan bersikap proaktif dalam menyongsong takdir terbaik kita.  Percayalah, jika  anda pikir anda bisa, maka anda pasti bisa dengan ijin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bermimpi saudariku... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-68526118372347061?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/68526118372347061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=68526118372347061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/68526118372347061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/68526118372347061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/03/power-of-dream.html' title='Power of Dream'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-6656558056720221513</id><published>2008-03-13T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T22:54:49.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>FUTUR</title><content type='html'>FUTUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang sangat familiar dengan terminologi futur, tetapi jangan heran jika banyak diantara mereka yang bahkan tidak pernah mendengar kalimat itu seperti itu sebelumnya (bahkan menganggap jenis makanan apa itu ?). Tentunya bagi sebagian yang sudah kenal dengan kata itu, menganggap futur sebagai virus yang mematikan-semacam virus flu burung-  atau ada juga yang menganggapnya sebagai virus flu biasa yang akan hilang dengan sendirinya.  Tapi benarkah futur itu berbahaya dan ganas, atau penyakit itu bisa dikategorikan penyakit  ringan yang bisa disembuhkan oleh obat yang dibeli di warung ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKILAS TENTANG FUTUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, futur berarti terhenti setelah berjalan atau diam setelah bergerak. Tetapi dalam terminologi syariat, futur dapat didefinisikan sebagai penyakit yang mengenai seorang aktivis, paling rendah malas atau berlambat-lambat dan paling tinggi terhenti atau berdiam setelah rajin dan bergerak dengan semangat (STID DI Alhikmah, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diibaratkan seorang pendaki gunung yang telah berjalan melewati jurang, tebing dan hutan untuk mencapai puncak gunung, tetapi di tengah jalan ia tiba-tiba memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkan perjalannya sampai ke puncak. Apa alasannya ? bermacam-macam. Ada yang merasa bahwa apa yang dicapainya telah cukup dan dia tidak perlu meneruskan misinya-yaitu sampai ke puncak. Ada yang merasa dia harus beristirahat sejenak tetapi kemudian dalam istirahatnya itu dia terlena dan merasa nyaman, ada juga yang merasa lelah dan putus asa, dan banyak lagi alasan lainnya. Jika diamnya hanya sesaat, melepaskan sedikit kelelahan dan  kebosanan dari rutinitas, mungkin itu sesuatu yang manusiawi dan pasti terjadi pada diri tiap orang. Tetapi jika kondisi itu berlangsung cukup lama dan pada akhirnya membuat orang tersebut berhenti dan kemudian menyerah dan memutuskan untuk turun gunung, itulah yang disebut virus futur kronis yang bisa menyebabkan hilangnya cahaya iman dari dalam kalbu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MENGATASI FUTUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah bersabda :&lt;br /&gt;Waspadalah kalian dalam berlebihan dalam menjalankan agama, sesungguhna umat sebelum kalian binasa karena berlebihan dalam menjalankan agama (H.R. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab futur adalah jika seseorang terlalu  berlebihan dan ekstrim dalam menjalankan agama&lt;br /&gt;Apapun yang berlebih pasti tidak baik. Islam mengajarkan prinsip wasathiyyah (pertengahan) dan diungkapkan pula dengan istilah  tawazun ( keseimbangan). Menurut Yusuf Qardhawi, prinsip tawazun  menggabungkan antara sesuatu dan kebalikannya dengan penuh keserasian dan keharmonisan, tanpa sikap berlebihan maupun pengurangan. Beliau memberikan contoh sikap tawajun antara hak tubuh dan hak ruh (rohani dan jiwa), maka tidak ada padanya penyengsaraan tubuh sampai batas penyiksaan, sebagaimana yang terdapat pada beberapa ajaran agama atau kepercayaan di dunia (Qardhawi, 129 – 130).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rosul mengajarkan agar kita tidak berlebihan dalam menerapkan ajaran dan hukum-hukum Islam melebihi kapasitas fitrah manusia. Sikap berlebihan dan melawan fitrah, akan menghasilkan keputusasaan dan akhirnya pengingkaran. Diibaratkan sebuah komputer, jika kita menjalankan program yang tidak sesuai dengan softwarenya, atau memaksakan program yang tidak sesuai dengan kapasitasnya, akibatnya komputer  akan menjadi lambat dan pada akhirnya akan hang atau berhenti beroperasi. Begitu juga dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim tidak boleh berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi yang mubah. Dia harus menghindari hal-hal yang syubhat apalagi yang haram.  Dalam surat Al A’raf (7) ayat 31, Allah berfirman : Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidup sendiri dan berpisah dari jamaah berpotensi besar untuk menjadi futur, karena ia tidak memiliki komunitas yang akan mengingatkannya, memberinya memotivasi untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik. Bergabung dengan jamaah,  institusi, atau organisasi berbasis Islam yang memiliki akidah shahih adalah suatu keharusan bagi setiap muslim. Bukan untuk menjadi ekslusif, tetapi kita memerlukan lingkungan yang kondusif untuk menyiram nurani kita dengan energi ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara untuk mengatasi futur adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;§         Banyak mengingat kematian dan hari akhir.&lt;br /&gt;§         Melaksanakan amalan harian.&lt;br /&gt;§         Tidak  terfokus pada satu sisi saja dalam masalah agama.&lt;br /&gt;§         Mempersiapkan diri untuk menghadapi kesulitan dalam perjuangan.&lt;br /&gt;§         Berteman dengan orang yang memiliki motivasi tinggi&lt;br /&gt;§         Bekerja dengan rencana&lt;br /&gt;§         Menjaga dari kemaksiaan dan dosa-dosa, terutama dosa-dosa kecil yang diremehkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-6656558056720221513?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/6656558056720221513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=6656558056720221513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/6656558056720221513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/6656558056720221513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/03/futur.html' title='FUTUR'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4381318571596138200.post-7233676668083815868</id><published>2008-03-06T21:00:00.000-08:00</published><updated>2009-04-19T22:51:25.925-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Hari Kiamat - diingkari tapi pasti terjadi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Hari Kiamat &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;diingkari tapi pasti terjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000099;"&gt;Oleh : Najma Syira&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kiamat adalah hari di mana bumi beserta isinya di hancurkan, manusia di gulung oleh segala yang di hidupinya dahulu, semua luluh lantak tak bersisa. Matahari begitu dekat, seolah membakar manusia. Tiap jiwa akan merasakan panas yang hebat sampai-sampai air keringatnya dapat menutupi tubuh mereka. Binantang tidak berbeda nasibnya dengan manusia. Mereka akan mati dan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kiamat banyak yang mengingkarinya, termasuk kaum muslim sendiri. Padahal secara keilmuan hal tersebut dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan masa kini. Para ahli astronomi telah menyebutkan bahwa bumi dan planet-planet dalam jagat raya ini beredar pada garis edar yang teratur, bergerak mengelilingi pusat tata surya. Pada sistem tata surya kita, matahari lah pusatnya. Dan jika ada satu saja planet yang melenceng dari garis edar yang telah ditentukan maka akan terjadi tabrakan yang dahsyat, sehinga menhancurkan planet-planet itu, tidak terkecuali bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dalam Al Qur’an, fenomena kiamat sudah di kabarkan dengan sangat jelas. Banyak sekali ayat-ayat yang bercerita mengenai hari kiamat dan penggambarannya.&lt;br /&gt;Hari kiamat, apakah hari kiamat itu ? tahukah kamu apakah hari kiamat itu ? ada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang di hambur-hamburkan.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Qari’ah 1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal). (kejadian itu) merendahkan (suatu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain). Apabila bumi digoncangkan sedasyat-dasyatnya, dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang berterbangan (QS. Al – Waqi’ah : 1-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dasyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya, dan manusia bertanya, ‘Mangapa bumi (jadi begini).” (QS. Al Zalzalah : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila langit terbelah, apabila bintang-bintang jatuh beserakan dan apabila lautan dijadikan meluap.” ( QS Al – Infithar : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kemana lagi manusia mencari pertolongan jika tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka kecuali ke imanan mereka ? akankah harta, anak dan kekuasan dapat meloloskan diri dari dasyatnya kehancuran itu ? Sedangkan orang beriman pada saat itu diselamatkan dari huru hara hari kiamat. Mereka akan dimatikan sebelum kiamat sehingga tidak perlu merasakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk waktunya sendiri, tidak ada yang tahu kapan datangnya hari kiamat. Malaikat Jibril pernah bertanya kepada Rosul tentang kapan datang hari kiamat tetapi jawab Rosulullah, “yang ditanya, tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Apa artinya ? artinya bahwa malaikat jibril pun tidak mengetahui kapan hari itu tiba. Hanya Allah saja yang mengetahui rahasia bumi dan langit. Kita sebagai hambanya hanya disuruh untuk meyakini bahwa hari itu akan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terdapat dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Al A’raf : 187)&lt;br /&gt;Sayyid Qutb dalam tafsir Fi-Zhilalil Qur’an menafsirkan ayat di atas sebagai berikut : Kiamat adalah hal yang ghaib, termasuk perkara ghaib yang hanya diketahui Allah, sehingga Dia tidak memberitahu seorang makhluk-Nya pun mengenainya. Tetapi orang yang musyrik itu menanyakan Kiamat kepada Rosul.. pertanyaan itu bisa bernada pengujian, ata bernada heran dan merasa aneh, atau bernada menghina atau melecehkan. “Bilakah kejadiannya?” Yakni, kapan waktunya hari Kiamat yang kau tetapkan adanya itu ? …. Kemudian Al-Qur’an mengalahkan mereka dari pertanyaan tentang waktu kejadiannya ini kepada karkter dan hakikatnya, kepada perasaan kengerian dan kedasyatannya. Ketahulah, sesungguhnya perkara kiamat itu sangat besar. Ketahuilah beban kiamat itu berat huru-haranya bagi makhluk yang ada di langit dan di bumi. Diamping itu, ia tidak datang kecuali dengan tiba-tiba saat orang-orang yang lalai itu melupakannya. (2006 : 479 -480)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka[877], orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka." Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya." (Al Kahfi : 21).&lt;br /&gt;if (!document.layers)&lt;br /&gt;document.write('')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Katsir dalam ringkasan tafsirnya Jilid 3 (2000 : 125 – 126) menyatakan: Banyak ulama salaf yang mengatakan, adalah kaum yanghidup pada saat itu meragukan adanya ba’ats (kebangkitan) dan hari kiamat. Di antara mereka ada yang berpandangan bahwa yang dibangkitkan itu hanya ruh tanpa jasad. Lalu Allah membangkitkan Ash-habul Kahfi supaya menjadi hujjah, dalil, dan ayat yang menunjukkan kepada adanya ba’ats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mereka perselisihkan itu tentang hari kiamat: apakah itu akan terjadi atau tidak dan apakah pembangkitan pada hari kiamat dengan jasad atau roh ataukah dengan roh saja. Maka Allah mempertemukan mereka dengan pemuda-pemuda dalam cerita ini untuk menjelaskan bahwa hari kiamat itu pasti datang dan pembangkitan itu adalah dengan tubuh dan jiwa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;TANDA – TANDA HARI KIAMAT &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tanda-tanda yang disebutkan Al Qur’an dan hadits adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW dan terbelahnya bulan di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi (2002 : 294 – 303), adapun diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat adalah, karena kenabiannya dijadikan Allah sebagai penutup seluruh kenabian, sehingga tiada nabi setelahnya untuk melakukan pembaharuan syariat. Dan demikian itu menunjukkan tentang kedekatan akhir kehidupan dunia. Dan Nabi Muhammad SAW bersabda ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diutus dan Kiamat adalah seperti dua ini, seraya beliau mengisyaratkan dua jarinya, jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau menggadengkan keduannya.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan terbelahnya bulan sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat adalah, karena Allah menyebutkannya bersamaan dengan pemberitahuan tentang tanda-tanda kedekatan kiamat, di mana Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dekat (datangnya) hari kiamat dan telah terbelah bulan, dan bila mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, ‘(ini adalah) sihir yang terus menerus.” (QS. Al-Qamar : 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana merupakan tanda -tanda hari Kiamat adalah munculnya sejenis binatang melata yang menakjubkan bentuknya yang keluar kepada manusia dan berbicara kepada mereka sehingga mereka terpedaya karenanya. Dan demikian itu disebutkan Allah dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat kami.” (QS. An-Naml : 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah di antara tanda-tanda Kiamat yang disebutkan dalam Al Qur’an. Adapun yang disebutkan dalam sunnah, dimana sunnah juga merupakan wahyu Allah, maka Imam Muslim menyebutkan riwayat dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam datang kepada kami ketika sedang melakukan mudzakarah, maka beliau brekata, ‘Apa yang kamu lakukan dalam Mudzhakarah ?’ mereka menjawab, ‘Kami menyebut-nyebut tentang hari Kiamat.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Kiamat tidak akan terjadi sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh tanda.’ Lalu beliau menyebutkan ; asap tebal, Dajjal, bilanatang melata, terbitnya matahari dari arah barat, turunnya Isa putera Maryam, Yakjuj dan Makjuj, tiga gerhana : gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di Jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;PERMULAAN KEHANCURAN ALAM SEMESTA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai permulaan kehancuran alam semesta, Al-Jazairi (2002 : 303) menuturkan jika Allah menghendaki kehancuran alam semesta dan berakhirnya kehidupan dunia ini, maka Allah memerintahkan malaikat Israfil meniup sangkakala dengan sekali tiup untuk kehancuran alam semesta. Ketika Israfil meniup sangkakala maka terputuslah ikatan-ikatan yang memadukan bagian-bagian ala mini, sehingga bumi menjadi berguncang penuh mencekam dan menakutkan, gunng hancur berantakan menjadi debu, langit retak sehingga daya gravitasi yang dikenal pada masa sekarang menjadi pudar, bintang-bintang berserakan, matahari padam sehingga hilang semua cahaya, dan semua benda langit bagaikan tembaga yang dilebur (Al-Ma’arij :8) dan (Ar-Rahman : 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dunia ini menjadi hancur bagaikan asap seperti belum diciptakan oleh Allah. Di sini kami perlu mengingatkan bahwa yang kami sebutkan tentang berbagai fenomena kehancuran alam semesta ini karena terjadinya Kiamat tidak hanya berdasarkan teori-teori alam atau ramalan manusia, tapi berlandaskan kepada kebenaran yang pasti, yaitu dari wahyu Ilahi yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;PELAJARAN /IBROH &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibroh dari adanya berita tentang hari kiamat ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutb berpendapat bahwa lebih utama adalah menaruhkan perhatian kepada pesiapan dan kesiapan untuk menyambut hari kiamat sebelum ia datang dengan tiba-tiba, sehingga kewaspadaan dan kehatia-hatian tidak berguna, selama mereka tidak berhati-hati sebelumnya, dan selama mereka tidak bersiap-siap menyambutnya. Mumpung masih ada waktu dan usia masih ada. Tidak seorang pun tahu Kiamat akan datang . Karena itu, sebaiknya bersegera, tidak menyia-nyiakan satu detik pun, karena bisa jadi Kiamat datang tiba-tiba setelah waktu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan kekuatan dan ke Maha Perkasaan Allah yang dapat berbuat apa saja terhadap makhluk ciptaan-Nya. Alam semesta adalah makhluk yang tunduk pada aturan / sunnatullah. Manusia akan merasa kecil dihadapan Allah, jika alam semesta yang luas dapat dihancurkan dengan seketika, apalagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;REFERENSI &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an dan Terjemahannya, www. Alquran-digital.com. versi 2.0.&lt;br /&gt;Al- Jazairi, Syaikh Abu Bakar, Akidah Mukmin, Pustaka Al – Kautsar, Jakarta, 2002.&lt;br /&gt;Qutb, Sayyid, Tafsir Fi-zhilalil Qur’an, Gema Insani Press, Jakarta, 2006.&lt;br /&gt;Katsir, Ibnu, Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 3, Gema Insani Press, 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4381318571596138200-7233676668083815868?l=najmasyira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najmasyira.blogspot.com/feeds/7233676668083815868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4381318571596138200&amp;postID=7233676668083815868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/7233676668083815868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4381318571596138200/posts/default/7233676668083815868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najmasyira.blogspot.com/2008/03/hari-kiamat-diingkari-tapi-pasti.html' title='Hari Kiamat - diingkari tapi pasti terjadi'/><author><name>Dinar Kania</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11269786533246849617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yoe7tv3lWUo/S9g1AFgjmgI/AAAAAAAAASw/jM_OrWOCwH4/S220/19276_1331285168123_1410826095_30988143_6020059_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
